Bantuan Negara Maju Tak Negatif

Pronk Pada Mahasiswa UI

Bantuan Negara Maju Tak Negatif

Diskusi Tak Memuaskan Karena Waktu Terbatas

Jakarta, 20 November 1973 – Jika negara kaya mampu memberi bantuan pada negara miskin sesuai dengan dasawarsa kedua strategi pembangunan PBB maka negara berkembang akan bisa mengembalikan hutang-hutangnya, demikian Ketua IGGI Drs. Pronk menjawab pertanyaan pada kesempatan diskusi dengan pimpinan universitas, Dekan Fakultas dan mahasiswa UI, Selasa pagi.

Dikatakan, keadaan demikian ini merupakan jalan keluar bagi negara berkembang di dalam mengatasi masalah ekonominya. Bantuan negara maju tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap pertumbuhan negara berkembang karena bantuan itu merupakan negara penerima meningkatkan pendapatan dan kapasitas produksinya.

Keterangan ini diberikan menjawab pertanyaan bahwa “gap” antara negara maju dengan negara berkembang semakin melebar dan kegiatan perusahaan multi nasional di negara berkembang mempunyai pengaruh negatif dan apakah PBB mampu mengatasi masalah tersebut.

Ditegaskan oleh Pronk bahwa persyaratan bantuan yang diberikan kepada Indonesia sangat ringan.

Forum GATT
Pronk menandaskan lagi bahwa perdagangan luar negeri adalah lebih berpengaruh daripada suatu bantuan luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Dalam hubungan ini Pronk mengungkapkan bahwa negerinya bekerjasama dengan beberapa negara dewasa ini sedang berusaha dengan sekeras-kerasnya untuk menjalankan suatu peranan yang sangat aktif di dalam forum GATT agar untuk masa yang akan datang sektor perdagangan internasional ini lebih diarahkan demi pertumbuhan di negara miskin.

Mengenai masalah perusahaan multi nasional ditekankan perlunya kerjasama antar negara untuk mengatasi hal yang negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan perushaan ini.

Kunjungan daerah
Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa antara lain juga menyangkut kunjungan Pronk ke daerah-daerah, yang menurut para mahasiswa daerah yang dikunjungi telah dipilih oleh pihak pemerintah yang keadaannya bisa menimbulkan kesan yang baik terhadap Pronk.

Mengenai hal ini Pronk menjawab bahwa dia memang tertarik oleh proyek BUUD, KUD transmigrasi dll yang telah diperlihatkan kepadanya. Tetapi dalam kunjungan ini dia juga mempunyai kesan bahwa rakyat di daerah turut membantu usaha yang sedang dijalankan pemerintah.

Rakyat di daerah berusaha sebaik-baiknya untuk mensukseskan proyek yang sedang diselenggarakan. Pronk berpendapat bahwa negara yang sedang melaksanakan pembangunan keadaannya pada umumnya sama. Dan apabila dibandingkan dengan Tanzania, maka keadaan di Indonesia adalah lebih baik. (SH)