Usung Tema “Bohemian” SMA Islam Al-Azhar 2 Sukses Gelar “Alpen Insouth”

Usung Tema “Bohemian” SMA Islam Al-Azhar 2 Sukses Gelar “Alpen Insouth”

Band RAN saat Tampil di Acara Alpen Insouth

SHNet, Jakarta – Dunia pendidikan tak terlepas dari peran guru dan orang tua. Sekolah merupakan wadah pendidikan bagi siswa, memberi fasilitas kepada para murid untuk dapat lebih mengembangkan potensi diri, menyalurkan daya juang para siswa yang kompetitif, mengembangkan bakat dan talenta serta menyeimbangkan kemampuan intelektual, emosional, spiritual dan sosial melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.

Dengan mengusung tema “Bohemian” yang merupakan wujud positif dari karakter berbeda dari yang lain (eksentrik) melalui keberanian dalam menunjukan seni, kreatifitas dan kompetisi kepada publik, SMA Islam Al Azhar 2 Pejaten telah menggelar ajang kompetisi olahraga dan seni bertajuk “Alpen Insouth” pada 8 – 16 September 2017 lalu.

Dilanjutkan dengan acara closing ceremony dengan suguhan penampilan artis ibukota pada Sabtu 7 Oktober 2017.

“Kegiatan kompetisi olahraga seperti futsal, basket, tari tradisional, pameran & bazar, penampilan group band dan charity telah dilakukan September kemarin. Sabtu 7 Oktober 2017 kita sudah menggelar closing ceremony, dimana acara dimeriahkan oleh hiburan dari artis-artis dan group band seperti RAN, Danilla, Elephant Kind, dan RL + Klav ,” ujar Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar 2 Pejaten Adullah dalam keterangan persnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/10).

Sementara itu, ketua penyelenggara Insouth, M Ciro Danuza, mengatakan, moto Insouth adalah Manifestation of the Eccentric Psyche yang bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa menjadi berbeda tidak selalu merupakan hal yang buruk.

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan dorongan untuk dapat mengekspresikan perbedaan itu menjadi hal yang positif melalui kegiatan kompetisi yang kreatif dan sportif,” kata Ciro.

Dengan tuntasnya perhelatan ini, kedepan SMA Islam Al Azhar 2 Pejaten akan terus memberikan sumbangsihnya kepada dunia pendidikan yang postif, sehingga bisa ikut serta dalam pembinaan karakter dan pengembangan bakat siswa.

“Kedepan kami kembali akan memikirkan upaya yang lebih baik lagi, terkait dengan pengembangan bakat dan tentunya pembinaan karakter kepada para siswa, Sehingga para siswa dapat mengembangkan potensi diri dengan baik melalui kegiatan yang positif,” tegas Abdullah.