Soal Partai Murba Dan Marxisme

Soal Partai Murba Dan Marxisme

Jakarta, 21 Oktober 1966 – Sukarni Kartodiwirjo yang bertindak sebagai jurubicara Partai Murba atas pertanyaan dalam konferensi pers hari Jum’at pagi menjelaskan bahwa Partai Murba masih akan mempelajari putusan MPRS juga mengenai larangan penyebaran ajaran Marxisme-komunisme.

Dikatakan dalam anggaran dasar Partai Murba tidak ada disebutkan bahwa Murba dalam perjuangannya berdasarkan ajaran Marxisme, tetapi yan ada adalah berdasarkan ajaran Tan Malaka yaitu Murbaisme.

Dikatakan bahwa azas perjuangan Partai Murba adalah anti fasisme, imperialisme dan kapitalisme. Sedang didalam logi Sosialisme, maka Partai Murba masuk dalam golongan Sosialisme Pancasila dalam perjuangan Partai Murba menurut garis aksi murba teratur (massa aksi) dan menentang semua cara putch, coup teror dan lain-lain cara yang terlepas dari dukungan kehendak massa rakyat luas, lazimnya disebut demokrasi.

Mengenai Marxisme itu, selanjutnya dikatakan bahwa mengenai “isme” harus kita lihat apakah “isme” itu anti fasis, imperialis dan kapitalisme. Keputusan MPRS tentang larangan Marxisme dikatakan belum merupakan final, karena belum dituangkan dalam undang-undang.

Akhirnya dikatakan bahwa Partai Murba tidak terkena dengan putusan MPRS ini, baik dalam sejarah dan politiknya. Ditambahkannya bahwa Partai Murba juga memikirkan kawan senasib, Partai Masjumi dan PSI yang telah dibubarkan supaya direhabilitir, tetapi keputusan tetap pada pemerintah.

Dalam menghadapi modal asing, Partai Murba tetap menolak penanaman modal asing investasi di Indonesia. Dan di dalam rangka hubungan kerjasama ekonomi dunia, Partai Murba secara maksimal hanya bisa mentolerir terhadap adanya usaha dalam bentuk production sharing sebagai usaha mengatasi kesulitan ekonomi dewasa ini. (SH)