Referendum Kemerdekaan Catalonia Mustahil

Referendum Kemerdekaan Catalonia Mustahil

Ist

SHNet, MADRID – Deklarasi kemerdekaan oleh wilayah Catalonia Spanyol, yang diumumkan sebelumnya pada hari Selasa, 10 Oktober 2017, secara hukum tidak mungkin, menteri kehakiman negara itu, Rafael Catala, seperti dikutip oleh surat kabar Spanyol La Vanguardia, sebagaimana dilansir Kantor Berita Nasional Federasi Rusia, Telegrafnoie Agenstvo Sovietskavo Soyussa (TASS) Russian News Agency, Kamis (12/10/2017).

Catala mengatakan bahwa pemerintah Madrid tidak mengakui “baik hukum, ditangguhkan oleh pengadilan konstitusional, maupun referendum dan deklarasi kemerdekaan.”

Kepala Catalonia Carles Puigdemont sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan hasil referendum 1 Oktober mengenai pemisahan diri dari Spanyol, Catalonia telah mendapatkan hak untuk menjadi sebuah republik merdeka.

Namun, lanjut Rafael, kawasan tersebut akan menunda proses mendeklarasikan kemerdekaan dalam upaya membangun dialog konstruktif dengan Madrid.

Menurut pemerintah Catalan, sebanyak 90,18% pemilih mendukung gagasan kemerdekaan Catalonia. Secara keseluruhan, 2,28 juta orang Catalan, atau 43% dari 5,3 juta pemilih yang berhak, ikut ambil bagian dalam referendum. Namun pihak berwenang Spanyol menganggap referendum ini ilegal dan menolak untuk mengakui hasilnya.

Puigdemont, bersama dengan pejabat Catalan lainnya dan anggota parlemen, menandatangani sebuah deklarasi resmi tentang kemerdekaan pada Selasa malam (10/10/2017). Dokumen tersebut, bagaimanapun, belum masuk kekuatan. (Aju)