Presidium, Menutama, Menteri Panglima Hapus

Presidium, Menutama, Menteri Panglima Hapus

Empat Menteri Exit Dan Tiga Baru

Jakarta, 12 Oktober 1967 – Pejabat Presiden Jenderal Soeharto dihadapan wartawan dalam dan luar negeri di Istana Merdeka Rabu malam telah mengumumkan perubahan struktur dan susunan personalia Kabinet Ampera berdasarkan Keputusan Presiden No. 171 tahun 1967.

Pimpinan Kabinet dijabat oleh pejabat Presiden Soeharto yang juga merangkap Menteri Hankam.
Dengan struktur baru Kabinet Ampera ini Presidium Kabinet yang selama ini kenal dan beranggotakan 5 Menteri Utama dihapuskan. Jabtan Menteri Utama juga dihapuskan. Selain itu para Panglima Angkatan Bersenjata yang selama ini berkedudukan sebagai Menteri tidak lagi menjadi Menteri, tapi dalam Sidang Kabinet Paripurna diminta hadir.

Dalam struktur baru Kabinet Ampera terdapat dua jabatan Menteri Negara yang bertugas membantu Pejabat Presiden mengkoordinir kegiatan pemerintahan masing-masing dibidang Ekonomi/Keuangan dan Industri (Ekuin) dan dibidang Kesejahteraan Rakyat dengan pejabatnya Sri Sultan Hamengkubuwono dan K.H. Dr. Idham Chalid, sedangkan seluruh anggota Kabinet lainnya merupakan Menteri Negara yang membawahi Departemennya masing-msaing dengan sebutan Menteri.

Diantara 23 Menteri anggota Kabinet Ampera yang disempurnakan itu muncul 3 wajah baru masing-masing Prof. Ir. Thayib hadiwidjaja sebagai Menteri Perkebunan, Prof. Ir. Sumantri Brodjonegoro Menteri Pertambangan, K.H. Mohd. Dahlan Menteri Agama, sedangkan dua Menteri mengalami pergantian tempat yaitu Mayjen M. Yusuf menjadi Menteri Perdagangan dan Mayjen Ashari Danusudidjo menjadi Menteri Perindustrian Dasar, Ringan dan Tenaga.

Selain itu terdapat sebuah Departemen yang menjadi gabungan dari Transmigrasi, veteran dan Demobilisasi yang dijabat oleh Letjen M. Sarbini. Disamping itu 4 orang Menteri lama yang diberhentikan masing-masing Sarino (P&K), Ir. Bratanata (Pertambangan), Harjosudirjo (Perkebunan) dan Saifuddin Zuhri (Agama).

Penyempurnaan struktur maupun personalia Kabinet Ampera tersebut yang dikeluarkan dengan Keppres No. 171/1967 dimaksudkan untuk lebih menyesuaikan Kabinet dengan Undang-Undang Dasar 45.

Sebelum mengumumkannya kepada pers dalam dan luar negeri Pejabat Presiden Jenderal Soeharto Rabu sore telah melaporkannya kepada pimpinan lengkap MPRS dan kepada pimpinan DPRGR di Istana Merdeka.

Ketika mengumumkan perubahan struktur dan personalia Kabinet Rabu malam, Pejabat Presiden Jenderal Soeharto sekaligus telah mengumumkan tata kerja yang baru Kabinetnya.

Menurut tata kerja yang baru itu, dua macam sidang Kabinet yaitu sidang Kabinet Paripurna yang diadakan sekali dalam tiga bulan. Seluruh anggota Kabinet, para PAnglima ABRI, Jaksa Agung, kedua Lembaga Negara Tertinggi seperti Bapenas, BPK, dsb.
Sedang untuk sidang Kabinet terbatas Menteri Negara Koordinator, Menteri yang bersangkutan dengan yang dibahas dan para Menteri/pejabat lain yang dianggap perlu hadir.
Pejabat Presiden langsung memimpin sidang Kabinet Paripurna dan terbatas dan menentukan acara yang akan dibahas.
Adapun susunan lengkapnya adalah sebagai berikut :
Pimpinan Kabinet Ampera dengan sendirinya berada ditangan Pejabat Presiden Soeharto.

1. Menteri Negara yang bertugas membantu mengkoordinir kegiatan pemerintah dibidang ekonomi, keuangan, bangunan dan industri dengan sebutan Menteri Negara Ekuin – Sri Sultan Hamengku Buwono.
2. Menteri Negara yang bertugas membantu mengkoordinir kegiatan pemerintah dibidang Kesejahteraan Rakyat – K.H. Dr. Idham Chalid.
Selanjutnya adalah Menteri Negara yang memimpin Departemen, yakni :
3. Meteri Pertahanan – Jenderal TNI Soeharto.
4. Menteri Luar Negeri – Adam Malik.
5. Mentteri Dalam Negeri – Letjen Basoeki Rachmat.
6. Menteri Kehakiman – Prof. Umar Seno Adji SH.
7. Menteri Penerangan – Burhanuddin Muhammad Diah.
8. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan – Sanusi Hardjadinata.
9. Menteri Agama – K.H. M. Dachlan
10. Menteri Kesehatan – Prof. GA Siwabessy.
11. Menteri Tenaga Kerja – Brigjen Pol. Dr. AwaluddinDjamin, MPA.
12. Menteri Sosial – Dr. AM Tambunan SH.
13. Menteri Keuangan – Frans Seda, Drs. Ekom.
14. Menteri Perdagangan – Mayjen M. Yusuf.
15. Menteri Pertanian – Mayjen Soetjipto SH.
16. Menteri Perkebunan – Prof, Ir. Thajib Hadiwidjaya.
17. Menteri Perhubungan – Laksmu (U) Soetopo.
18. Menteri Maritim – Laksmu (L) Jatidjan.
19. Menteri Pekerjaan Umum – Ir. Soetami.
20. Menteri Perindustrian Ringan, Dasar dan Tenaga – Mayjen Ashari Danudirdjo.
21. Menteri Perindustrian Tekstil – Ir. Sanusi.
22. Menteri Pertambangan – Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro.
23. Menteri Transmigrasi, Veteran dan Demobilisasi – Letjen Sarbini.
(Sinar Harapan)