Perusakan Rumah Ibadat Tidak Sesuai Dengan Pancasila

Menpen BM. Diah

Perusakan Rumah Ibadat Tidak Sesuai Dengan Pancasila

Jakarta, 20 Oktober 1967 – Menteri Penerangan BM. Diah dalam statementnya yang dikeluarkan hari Kamis menyatakan, bahwa pada waktu belakangan ini di kota Makassar telah terjadi pertentangan agama yang berakibat dirusaknya tempat ibadah. Hal mana tidak sesuai dengan azas Pancasila dan sendi hukum kebenaran dan keadilan.

Dinyatakan pemerintah sangat menyesalkan kejadian tersebut dan merasa cemas karena soal yang membawa pertentangan sedemikian itu, merupakan kesempatan yang baik bagi Gerpol Gestapu/PKI dan Orla untuk menugganginya, hal mana sangat merugikan kosolidasi kekuatan orde baru.

Jangan terulang lagi
Dengan berpegang kepada ketentuan, Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, hukum kebenaran dan keadilan, dengan Pancatertib yang telah difolmulasi pada Pajabat Presiden Jenderal Soeharto, yang bertujuan membawa tertib : politik, sosial, ekonomi, hukum, dan Hankam maka pemerintah merasa wajib memperingatkan kepada segenap rakyat Indonesia agar hal diatas tidak terjadi lagi.

Oknum yang tidak memperdulikan tata cara kehidupan gotong royong yang diberkahi oleh keagamaan kita, berarti melakukan perbuatan yang destruktif dibidang keagamaan, merusak sendi pergaulan hidup yang wajar dan memberi peluang yang baik bagi kegiatan musuh orde baru yang sedang kita bina.

Pemerintah menyerukan pula agar kita lebih erat lagi melaksanakan kehidupan kegotong-royongan dan saling pengertian serta harga-menghargai seperti yang dicita-citakan oleh suatu masyarakat orde baru yang sejati agar supaya peristiwa seperti yang terjadi di Makassar baru-baru ini tidak terulang lagi. Demikian statement Menteri Penerangan. (Ant)