AirAsia Luncurkan Buku Karya Dua Kapten Pilot

AirAsia Luncurkan Buku Karya Dua Kapten Pilot

AirAsia luncurkan buku karya dua kapten pilot maskapai penerbangan tersebut. (Dok. AirAsia )

SHNet, Kuala Lumpur – AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya hemat, belum lama ini meluncurkan dua buku karya dua kapten pilot Allstar (staf AirAsia), Kapten Lim Khoy Hing dari AirAsia Malaysia dan Kapten Monika Anggreini dari AirAsia Indonesia, pada perayaan ulang tahun ke-10 majalah inflight AirAsia, travel3Sixty° di Fahrenheit 88, Kuala Lumpur.

Tan Sri Tony Fernandes, CEO Grup AirAsia mengatakan, “Kami menganggap diri kami sebagai sumber inspirasi yang mendorong siapa pun untuk bermimpi dan mengejar cita-cita. Kami berupaya untuk selalu memotivasi seluruh Allstars untuk berani bermimpi dan jangan pernah berkata tidak. Siapa bilang Anda tidak bisa menjadi pilot dan penulis sekaligus? Dan saya bangga bahwa kami memiliki dua kapten yang luar biasa yang telah menempuh hal tersebut, untuk tidak hanya mewujudkan impian menerbitkan buku, namun yang lebih penting, berbagi pengalaman terbang untuk para penumpang kami, mengilhami banyak pilot pemula, serta mendorong kaum perempuan untuk berani mengejar mimpi dan mewujudkannya.”

Sebagai lanjutan dari buku bestseller pertama Kapten Lim yang terbit pada tahun 2013, Life in the Skies: Everything You Want To Know About Flying, buku keduanya yang berjudul Sky Tales: More Insights From a Life in the Skies membeberkan sejumlah kiat-kiat, anekdot, dan pengetahuan yang mendalam tentang karier terbangnya yang ditulis dengan gaya yang menghibur dan mencerahkan.

Dengan total 25.500 jam terbang dan lebih dari 80 destinasi, Kapten Lim mulai terbang bersama Grup AirAsia pada 2006 hingga pensiun pada tahun 2011. Saat ini Kapten Lim adalah instruktur simulator penerbangan AirAsia X dan kontributor kolom Pilot Perspective pada majalah travel 3Sixty° edisi regional.

“Saya sangat bersemangat untuk melanjutkan impian hidup saya untuk menulis sekuel ini dengan berbagi lebih banyak cerita dari pengalaman terbang saya kepada orang-orang yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang berbagai aspek perjalanan udara – baik itu calon pilot, frequent traveler atau bahkan orang yang takut untuk bepergian dengan pesawat terbang. Selain topik ringan seperti etiket menggunakan toilet pesawat terbang bagi mereka yang penasaran, keselamatan penerbangan tetap menjadi inti dalam buku ini yang menunjukkan seberapa jauh perusahaan penerbangan dan stafnya memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang mereka terpenuhi,” kata Kapten Lim.

Dalam acara tersebut, pilot wanita pertama AirAsia Indonesia, Kapten Monika, juga meluncurkan buku debutnya yang berbahasa Inggris berjudul Iron Bird Monika, yang merupakan terjemahan dari buku pertamanya yang dirilis tahun lalu, Burung Besi Monika: Kisah Pilot Perempuan Dengan Semangat Tiga Kali Lipat Pilot Pria.

Buku ini menceritakan kisah keberanian dan kemauan yang kuat dalam perjalanan karir Kapten Monika yang luar biasa untuk menjadi kapten wanita. Kapten Monika pertama kali memulai kariernya sebagai pilot dengan AirAsia Indonesia pada tahun 2005 dan menjadi kapten untuk maskapai ini pada tahun 2014.

“Dengan industri aviasi yang masih didominasi oleh kaum pria, melalui kisah yang saya bagi, saya berharap untuk dapat menginspirasi dan memberi semangat para pilot wanita untuk mengejar mimpi dan terbang dengan semangat yang kuat. Saya sangat beruntung dapat menjadi bagian dari maskapai yang mendorong stafnya untuk menerima tantangan dan pada saat yang sama memberikan kesempatan dan wadah yang dibutuhkan untuk mengembangkan diri lebih jauh lagi,” ujar Kapten Monik

Buku Kapten Lim Sky Tales: More Insights From a Life in the Skies dapat dibeli dalam penerbangan AirAsia Berhad dan AirAsia X maupun di toko-toko buku terkemuka di Malaysia, sementara buku Burung Besi Monika karya Kapten Monika telah tersedia di toko-toko buku di Indonesia maupun secara online, serta dalam penerbangan AirAsia Indonesia dan AirAsia X Indonesia, yang akan segera disusul oleh versi adaptasi berbahasa Inggris, Iron Bird Monika, dalam waktu dekat. (Stevani Elisabeth)