Ada 3 Isu Sensitif : Agama, Rasialisme, Soal Sipil-Militer

Ketua MPRS Jenderal Nasution

Ada 3 Isu Sensitif : Agama, Rasialisme, Soal Sipil-Militer

Jakarta, 13 Oktober 1967 – Ketua MPRS Jenderal Nasution memperingatkan, bahwa ada tiga isu yang sensitif sekali bagi persatuan dan kesatuan bangsa kita yang sejak dahulu oleh kolonialisme Belanda, kemudian oleh subversi dan belakangan ini oleh sisa-sisa PKI/Orde Lama selalu diusahakan untuk dieksplotasi. Ketiga isu itu adalah :

1. Persoalan agama, dengan mempertentangkanIslam dengan Kristen dan mempertentengkan Islam dan Pancasila.
2. Persoalan suku dan rasilaisme, dengan mempertentangkan suku bangsa kita satu sama lain serta memancing tindakan rasial oleh pemuda kita.
3. Persoalan sipil dan militer, dengan mempertentangkan Parpol dengan ABRI.

Menurut Pak Nas ketiga isu itu telah diasah dan dieksploitasi oleh PKI/Orde Lama sejak dimasa Pra Gestapu dan sampai sekarangpun sisa-sisa mereka masih mencoba untuk menusuk-nusuknya.

Peringatan Ketua MPRS itu diberikan hari Rabu tanggal 11 Oktober ketika menerima Ketua Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa (LPKB) Pusat diruang kerjanya dijalan Merdeka Barat.
Menjelaskan akan hal ini, Jenderal Nasution selanjutnya mengatakan, bahwa secara azas dan hakiki sebenarnya tidak ada persoalan. Yang jadi soal ialah kesalah pahaman satu sama lain, tindakan yang bersifat ekstrem atau usaha dominasi/diskriminasi yang satu terhadap yang lain, bahkan juga merupakan usaha Gerpol yang sampai sekarang masih cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari.

Khusus dibidang Agama, menurut Ketua MPRS diperlukan kepemimpinan yang arif dan bijaksana serta penting adanya cukup komunikasi dan musyawarah antar Agama. Untuk itu Jenderal Nasution berpendapat perlu adanya pertemuan priodik antara pemimpin semua Agama dibawah pimpinan Menteri Agama.

Musyawarah yang demikian itu hendaknya diberi status resmi, baik dipusat maupun didaerah dan hal itu pula perlu dikalangan Islam diadakan semacam Majelis umum Ulama baik dipusat maupun didaerah, sebagaimana kami telah pernah usahakan dimana pemulihan keamanan dahulu, tetapi selalu tetapi selalu ditorpedir terus oleh rezim Orde Lama dan PKI cs, demikian Pak Nas. (SH)