Tim Crisis Center Kemenpar Terus Pantau Situasi Gunung Agung

Tim Crisis Center Kemenpar Terus Pantau Situasi Gunung Agung

Menteri Pariwisata Arief Yahya memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau aktivitas Gunung Agung, terutama menyangkut kepariwisataan. (Ist)

SHNet, Denpasar – Sejak muncul tanda-tanda erupsi Gunung Agung Bali, Menteri Pariwisata Arief Yahya memerintahkan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar untuk memantau menit per menit perkembangan situasi di Bali. Terutama menyangkut kepariwisataan, di Pulau Dewata itu.

Menpar Arief masih belum angkat bicara soal peristiwa alam itu. Dia berpesan agar warga Bali, yang mengalami dampak langsung fenomena vulkanik ini, agar tetap bersabar, dan sama-sama berdoa kepada Tuhan YME agar senantiasa diberi keselamatan. “Kami turut prihatin,” kata Arief Yahya dalam keterangan resminya, Sabtu (23/9).

Ia juga menghimbau para wisatawan agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak erupsi. “Kepada wisatawan, harap waspada, ikuti saran dan anjuran pemerintah, agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terkena dampak seandainya terjadi erupsi,” kata Arief Yahya.

Sementara itu, laporan Ketua Tim Crisis Center Kemenpar, Ngurah Putra, sekarang sudah pada posisi Level 4 yaitu posisi awas. Radius jarak pantau dari 9 km diperluas menjadi menjadi 12 km.

Menurutnya, pemerintah Provinsi Bali bersama BPBD telah mengantisipasi dengan melakukan pengungsian tehadap penduduk yang berada dekat gunung agung sejumlah kurang lebih 15.000 orang di tenda dan tempat pengungsian lainnya yang berada di jarak aman.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menginstruksikan kepada semua instansi dinas Provinsi Bali untuk memberikan bantuan pada pos-pos yang telah ditentukan dan telah dilaksanakan mulai hari ini.

Laporkan juga, Dispar Bali bersama Dispar kabupaten/Kota dan stakeholder pariwisata akan mengadakan pertemuan untuk membantu saudara-saudara kita melalui pos-pos yang sudah ditentukan.

Yang pasti, kata Ngurah Putra yang berdarah Bali itu menyampaikan bahwa Bandara Ngurah Rai sampai malam ini, Sabtu, 23 September pukul 19.00 tetap aman, berjalan normal, tanpa ada pembatalan penerbangan. “Semoga tetap lancar dan aman,” kata Ngurah putra.

Tim Crisis Center juga mencatat, belum ada wisman yang melakukan pembatalan ke Bali. Juga belum ada laporan wisman yang mempercepat kepulangan karena erupsi gunung agung itu. “Mohon doa semua pihak, agar situasi Gunung Agung segera normal, kembali seperti biasa,” ujar Ngurah Putra. (Stevani Elisabeth)