Sumsel Raih Indonesia Attractiveness Award 2017

Sumsel Raih Indonesia Attractiveness Award 2017

Ist

SHNet, JAKARTA – Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berkibar di kancah nasional. Menyisihkan puluhan provinsi lainnya, tuan rumah Asian Games 2018 ini dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik dalam ajang Penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2017 dari Tempo Inti Media bekerjasama dengan Frontier Consulting Group, di Hotel Westin Jakarta, Jumat (29/9).

Selain Sumsel, Pemkot Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) juga mendapat penghargaan dalam ajang  ini. Walikota Palembang H Harno Joyo S.Sos hadir langsung menerima penghargaan dengan kategori terbaik dalam layanan public. Sementara Bupati Muba H Dodi reza Alex hadir langsung menerima penghargaan dengan kategori kabupaten potensial.

Dirut Utama Tempo Inti Media Toriq Hadad mengatakan penghargaan ini diberikan bagi pemerintah tingkat dua/kabupaten/ kotamadya dan tingkat satu/provinsi/Daerah Istimewa sebagai penilaian atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah dan bagaimana mengelola pembangunan ekonominya. Apresiasi ini diberikan bagi pemerintah kabupaten, kota dan provinsi  yang telah menunjukkan komitmennya supaya daerahnya turut merasakan pertumbuhan.

Untuk menghasilkan pemeringkatan ini metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dimana tim peneliti menyisir data sekunder dan primer dari 508 kabupaten/kota.

Sementara itu CEO Frontier Consulting Group Handi Irawan mengatakan penilaian terhadap daerah terbaik ini mereka lakukan dengan menggunakan empat komponen utama yakni tingkat investasi, jumlah insfrastruktur, pelayanan public dan pariwisata. Dari empat komponen itulah, dihasilkan Indonesia Attractiveness Awards Index yang digunakan untuk pemeringkatan daerah terbaik.

Empat kriteria penilaian itu dipertahankan setiap tahun agar terdapat kontinuitas penilaian. Sehingga para pemimpin daerah mampu melihat rekam jejak mereka.

Tak Menyangka

Ist

Terpisah, Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin yang datang langsung menerima penghargaan mengaku tak menyangka atas penghargaan yang berhasil dibawa Sumsel. Namun demikian dia mengaku sangat bangga Sumsel bisa terpilih dalam ajang bergengsi seperti ini.

“Alhamdulillah ya. Tapi kami  tidak menyangka bisa mendapat penghargaan ini. Soalnya Tempo tidak kasih tahu dan wawancara sebelumnya kalau mereka sudah survey ke daerah-daerah dengan tim konsultannya. Tiba-tiba saja dapat.Tapi jelas ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih baik.  Kalau penghargaan diberikan oleh yang lain barangkali beda juga. Inikan Tempo jelas kita tahu sangat kredibel, semoga ini menjadikan Sumsel lebih baik ke depan,” ujarnya.

Lebih jauh mantan Bupati Muba tersebut mengatakan penghargaan ini jelas bukan buat dirinya sendiri karena diperoleh dari hasil kerja keras semua perangkat yang ada.  Ada tim-tim seperti OPD dan SKPD yang bekerja keras dengan ikhlas untuk bersama-sama membangun daerah meski banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Tak terkecuali misalnya soal minimnya anggaran yang dimiliki.

“Kalau ditanya tantangan jelas banyak sekali. Bayangkan APBD Sumsel itu Cuma Rp8,1 triliun. Itu kecil sekali dan kami tidak punya APBD yang banyak tapi kami semangat karena kami punya cita-cita. ” tegasnya.

APBD senilai Rp8,1 triliun itu kata Alex jelas tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk Asian Games, karena Sumsel juga punya beberapa program tak kalah penting lainnya yakni di bidang pendidikan dan kesehatan. Bahkan saking minimnya, anggaran itu belum cukup untuk digunakan memperbaiki sejumlah ruas jalan di wilayahnya.

“Makanya kami perlu dibantu pemerintah pusat dan pihak ketiga,” jelasnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2017 sebagai provinsi terbaik di Hotel Westin Jakarta Jumat (29/9). (Foto: SHNet/SIR)

Disinggung mengenai kemajuan investasi di Sumsel yang cukup mencuri perhatian, dikatakan Alex harus bermodalkan keamanan dan kondusifitas daerah itu sendiri. Karena tanpa jaminan keamanan dari pemerintah daerah, investor tidak akan mau menjajaki bahkan menanamkan investasinya di suatu daerah.

“Kalau mau minta bantuan kemana-mana (pihak ketiga) kita harus kenal dulu. Harus penuhi persyaratan dulu kan begitu. Tak kenal maka tak saying. Nah syarat agar mereka mau investasi itu ya aman dulu. Makanya saya selalu tekankan Sumsel harus zero konflik karena itu syarat utama agar investasi bisa masuk. Kalau ada konflik mana ada orang mau masuk,” jelasnya. (SIR)