Presiden Allende Bunuh Diri

Kudeta Berdarah Di Chili

Presiden Allende Bunuh Diri

Daripada Menyerah Kepada Pemberontak Yang Menyerang Istananya

Jakarta, 12 September 1973 – Presiden Salvador Allende, Marxis pertama di belahan bumi bagian Barat yang terpilih dalam suatu perebutan kekuasaan dengan kekerasan oleh militer Chili di Santiago hari Selasa.

Menurut polisi, Allende memilih untuk membunuh daripada menyerah kepada pemberontak yang menahannya. Badan Allende yang terkapar dengan sebuah peluru menembusi mulut dilaporkan diketemukan di istana kepresidenan sesuai terjadi serangan selama 30 menit oleh pihak militer yang melakukan pemboman dari udara dan artileri berat.

Darurat militer
Sebuah junta militer empat orang mengambil alih pemerintahan dan menyatakan keadaan darurat perang. War dan jam malam juga mulai berlaku.

Perebutan kekuasaan (kudeta) melewat menyusul kekacauan kekerasan yang telah jadi beberapa minggu di Chili, dimana militer akhirnya memihak pada kelompok pekerja yang kian membesar untuk pengunduran diri Alledre.

Tetapi dokter yang juga politikus berumur 65 tahun itu bersikeras atas upaya tidak akan mundur dengan usahanya untuk membantu Chili ke sosialisme, dan pernyataannya di depan umum yang terakhir, di depan corong radio seantara dua pesawat terbang jet angkatan udara menderu-deru di atas kediaman resminya dalam kota.

Bunuh diri
Alendre mengatakan : “”Saya tidak akan mundur. Saya tidak akan melakukannya. Saya siap untuk melawan dengan apa saja, juga walaupun saya harus mengorbankan nyawa agar hal ini dapat menjadi pelajaran dalam sejarah yang keji dari mereka yang memiliki kekuasaan tetapi tidak mempunyai pikiran.

Kepala wartawan foto dari harian Santiago “El Mercurio” mengatakan ia melihat Alledre terkapar mati di atas sebuah sofa berlumuran darah di dalam sebuah kamar tunggu dekat ruang makan istana.

Ia mengatakan Presiden Allende telah menembak dirinya satu kali melalui mulutnya. Kepala polisi Rene Carrasco membenarkan peristiwa bunuh diri tersebut.
0183
Harus lapor
Ia mengatakan Augusto Olivares, seorang penasehat yang sangat erat dengan Allende, juga telah membunuh diri. Daftar dari 60 orang terkemuka, pemimpin sosialis, disiarkan dan mereka diperintahkan untuk melapor di kementerian pertahanan. Kalau tidak mereka diancam akan ditangkap.

Lebih dari 100 anggota partai komunis dan sosialis dilaporkan ditangkap di Santiago dan Valparaiso sebuah kota pelabuhan dimana satuan angkatan laut memulai kup pagi hari Selasa.
Selasa pagi, kepala AD, AL, AU dan polisi Nasional berpihak dengan oposisi anti Marxis dan mereka mengeluarkan suatu ultimatum kepada Allende yang menuntut pengunduran dirinya.

Beberapa saat setelah batas waktu yang diberikan lewat, dua pesawat jet AU menjatuhkan bom dan menembakan roket-roket.
Akibat istana kepresidenan yang seperti benteng itu rusak berat. Kediaman resmi presiden yang terletak kira-kira 1,5 Km dari istana, juga dibom setelah pengawal disana “melawan angkatan bersenjata dan polisi”, kata junta tersebut.

Perlawanan Allende
Allende yang baru menjalani setengah dari masa jabatan 6 tahunnya, menolak tuntutan pemberhentiannya dan bertahan untuk kira-kira 3 jam lamanya di istana bersama dengan pengawal pribadi dan polisi kepresidenannya.

Pertahanan istana rubuh dalam suatu serangan akhir yang berlangsung 30 menit oleh pasukan tentara dan polisi nasional dibantu tank.

Angka korban yang jatuh belum dapat diperoleh dengan segera. Allende bersikeras bahwa ia akan memimpin Chili ke sosialisme berkerangka demokrasi, namun oposisi yang makin besar dari golongan menengah Chili yang banyak membuat ha tersebut tidak bisa tercapai.

Pemerintahannya selama hampir tiga tahun itu ditandai oleh krisis politik, ekonomi dan sosial dan inflasi yang berkecamuk tak terkendalikan.

Kudeta ini merupakan yang pertama dalam 46 tahun dimana militer Chili yang non-politik menggulingkan sebuah pemerintahan sipil.

Jakarta-Jakarta
Selama dua bulan terakhir ini sejak gagalnya kup pada Juli yang lalu yang diprakarsai skuadron tank AD, Chili tetap dihadapi kemungkinan suatu kup militer. Malahan istilah “main Jakarta” telah melengkapi bahasa politik Chili, yang dimaksud rupanya perkembangan sekitar Super Semar’66. Demikian tinjauan wartawan “The Guardian Weekly” di Santiago Laurence White head tanggal 8 September.

Hal itu dibenarkan oleh wartawan “SH” yang pernah berjumpa dengan wakil juru bicara Presiden Allende dalam suatu pertemuan di Eropa tahun yang lalu. Juru bicara tersebut Senor Jorge Uribe Navarette, menerangkan gerakan anti pemerintah di Chili mempergunakan kata-kata “Jakata-Jakarta” sebagai semboyan untuk apa yang dia sebut “pembantaian komunis seperti dilakukan oleh Jakarta”.

White head melaporkan bahwa selama ini Chili menderita kemandekan hampir disegala bidang : antara Presiden dan Badan Legislatif, antara mereka yang setuju meningkatkan anggaran belanja negara dan mereka yang menekankan pemasukan pajak.
Wartawan “The Sunday Times” (London) di Santiago, David Holden telah menggambarkan gagasan Allende “menuju sosialisme” setelah diterapkan tiga tahun sebagai suatu gejala yang membingungkan para ahli ekonomi.

Katanya, laju inflasi telah mendekati hampir 500% setiap tahun dan mata uang Chili mengalami devaluasi dipasaran bebas sampai 10.000% selama 3 tahun. Anehnya Chili belum lagi ambruk.

Mungkin hal ini masih akan terjadi. Mungkin juga tanpa disadari keambrukan itu sedang terjadi, demikian David Holden tanggal 9 September yang lalu dari Santiago. Ia juga menggambarkan pemogokan di sektor perhubungan, pemogokan para dokter, dokter gigi dan golongan profesional lainnya.

Dilema
Para pengamat perkembangan di Chili tiba pada kesimpulan sementara bahwa berakhirnya peranan Presiden Allede secara tragis itu mengungkapkan dilema pokok sosial demokrat yang radikal.

Allende mulai masa kepresidenannya dengan menasionalisir perusahaan perhubungan Amerika (ITT) dan tambang tembaga Amerika.

Dalam hearing di Dewan Senat AS kemudian diketahui pihak ITT pernah menghubungi CIA agar menghindarkan supaya Allende jangan sampai terpilih. Allende kemudian melakukan tindakan ekonomi dan perburuhan yang menguntungkan pihak rakyat biasa.

Tapi sementara itu ekonomi makro Chili tidak berhasil digerakkan mencapai momentum yang diingini. Inflasi, ketidak puasan dikelas menengah dan pihak pimpinan angkatan bersenjata yang tak dapat mengikuti garis kebijaksanaan pemerintah Allende telah menimbulkan situasi yang serba kacau.

Sedangkan secara prinsipil Presiden Allende tidak mempergunakan wibawanya sebagai panglima tertinggi dan ingin mengikuti jalan demokrasi parlementer. Tapi di parlemen, MIR (partainya Allende) merupakan minoritas setelah pemilihan Maret yang lalu.

Junta itu terdiri dari Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Augosto Pinochet, Panglima Angkatan Udara Jenderal Gustavo Leigh, Komandan Polisi Militer Jenderal Cesar Mendoza dan Laksmana Madya Jose Torillo Medina orang kedua dalam pimpinan angkatan laut.

Penyerbuan terhadap istana Moneda dimulai pada pukul 11:00 waktu setempat dengan jalan mengepungnya dengan tank dan pasukan.

Gencatan senjata 5 menit
Lima belas menit kemudian polisi yang mengawal istana dan pegawai sipil diperintahkan meninggalkan tempat tersebut dalam tempo 13 menit.

Serangan dimulai setelah tuntutan junta agar Allende yang dituduh melanggar konstitusi menyerah tidak diindahkan dan pengikutnya memberikan perlawanan.

Istana Monede mengalami kerusakan akibat tembakan yang dilepaskan oleh tank dan bom yang dijatuhkan oleh pesawat pembom tempur pada pukul 14:40 waktu setempat.

Tidak lama kemudian mengatakan bersedia menyerah dan meminta diadakan gencatan senjata selama lima menit. Rupanya pada waktu itulah Allende melakukan bunuh diri dengan menembakkan pistol kearah kepalanya.

Radio Santiago yang dikuasai junta mengumumkan Istana Moneda menyerah pada pukul 12:50. (SH/AP/Ant/Rtr)