Misi Angkasa Terlama Dalam Sejarah Kembali Selamat Di Bumi

Misi Angkasa Terlama Dalam Sejarah Kembali Selamat Di Bumi

Jakarta, 26 September 1973 – Awak “laboratorium angkasa” (Skylab 2) kembali ke bumi hari Selasa dari misi angkasa terlama dalam sejarah, suatu perjalanan ilmiah selama 59,5 hari.
Demikian wartawan “AP” laporkan dari atas kapal USS New Orleans yang menjemput antariksawan Alan L Bean, Jack R Lousma dan Owen K Garriot.

Pejabat mengatakan mereka dalam keadaan sangat baik setelah mereka mencebur ke dalam samudera Pasifik untuk mengakhiri perjalanan angkasa mereka yang menempuh jarak lebih dari 36 juta Km.

Bukan main, alangkah indahnya ketika kami masuk kembali, berkata Lousma melalui suatu jaringan komunikasi khusus setelah kapal angkasa mereka terapung di atas air.

Saya menyenangi suara gemuruh pada waktu payung udara utama terbuka. Sungguh mati saya ingin melakukannya lagi.
Ketiga antariksawan mampu untuk memanjat keluar dari pesawat angkasa mereka ketika pesawat itu telah diangkat dan diletakkan di atas geladak “penjemput” USS New Orleans.

Dengan langkah tidak tetap mereka berjalan ke kursi didekat situ untuk duduk. Dokter telah memperingatkan bahwa mereka mungkin akan menderita pusing-pusing dan rasa mual karena mereka terlalu lama hidup dalam angkasa tanpa berat bobot.

Namun ketiga orang itu, kecuali langkah yang tidak tetap, tampak sehat, lebih sehat dari awak Skylab terdahulu yang mengakhiri suatu misi 28 hari pada tanggal 22 Juni.

Mereka masing-masing mengenakan semacam topi pet ketika keluar dari pesawat angkasa itu, juga memakai pakaian yang diisi udara yang membantu jantung yang dilemahkan karena panjangnya misi angkasa untuk memompa darah ke kaki mereka.

Dalam sebuah telegram yang dikirim ke USS New Orleans, Presiden Nixon menyampaikan ucapan selamat kepada para antariksawan dan mengatakan bahwa misi rekor mereka menjadi landasan bagi suatu lompatan luar biasa dalam pengetahuan manusia.

William C Schnider, Direktur dari program Skylab mengatakan antariksawan tersebut telah melampaui tugas ilmiah mereka dengan lebih dari 150%.

Schneider mengatakan misi ini hanya dapat digambarkan dengan kata pujian. Dr. James Fletcher, Administrator dari NASA mengatakan Skylab mungkin merupakan yang paling berguna dari seluruh misi angkasa NASA. (SH/AP)