Miryam S Miryani Minta Kasus Ini Terus Diunğkap

Miryam S Miryani Minta Kasus Ini Terus Diunğkap

 

SHNet, Jakarta – Penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memeriksa Miryam S Haryani. Pemeriksaan tersangka kasus e-KTP ini untuk mendalami laporan Direktur Penindakan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman atas penyidiknya, Novel Baswedan.

Pemeriksaan yang memakan waktu 7 jam lamanya itu, diharapkan oleh Miryam tidak berhenti begitu saja.

“Saya berharap kasus ini tidak berhenti begitu saja, dan saya minta kepada pihak kepolisian untuk terus bekerja dan dapat terungkap kasus ini,” ujar Miryani usai dilakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya,  Kamis (20/9/2017).

Tersangka yang tersandung kasua e-KTP ini menjelaskan bahwa dirinya dicecar sedimitnya 20 pertanyaan.

“Apa dan bagaimananya biar pengacara saya yang jelaskan, karena saya harus kembali ke rumah tahanan KPK,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus PMJ, AKBP Ferdi Iriawan membenarkan kalau Miryam yang diperiksa sebagai saksi ini pinjam dari KPK.

“Iya betul, yang ersangkutan kami bon dari KPK untuk dimintai keterangan,” ujar Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Iriawan, Rabu (20/9/2017).

Miryam dibawa oleh penyidik Polda Metro Jaya dari ruang tahanan KPK pada sore tadi. Pemeriksaan Miryam dilakukan untuk menindak lanjuti laporan Aris atas kasus pencemaran nama baik oleh Novel Baswedan.

Ferdi mengatakan, dalam pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa Miryam mengungkap adanya permintaan sejumlah uang dari Aris kepadanya dalam kasus e-KTP. Pernyataan Miryam itu ada dalam rekaman yang diputar di persidangan kasus e-KTP.

“Makanya kami memeriksa Ibu Miryam untuk mengkonfirmasi, apakah betul yang bersangkutan mengungkapkan itu,” tuturnya. (Maya Han)