Menko Luhut: Jangan Budaya Kita Hilang Karena Modernisasi

Menko Luhut: Jangan Budaya Kita Hilang Karena Modernisasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan di dampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir di Karnaval Kemerdekaan #PesonaDanau Toba 2017. (Dok. Humas Menko Maritim)

SHNet, Balige- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan membuka pagelaran Karnaval Kemerdekaan #PesonaDanauToba2017 di Balige, Sumatera Utara, Minggu (10/9).

Dalam sambutannya, Menko Luhut beharap acara ini sebagai salah satu upaya menarik wisatawan baik asing maupun domestik dan mengembangkan budaya Indonesia agar tidak mudah hilang karena modernisasi.

“Tempat tentu tidak mesti seperti ini, bisa nanti berpindah-pindah ke tempat lain dan juga kegiatannya bisa juga bermacam-macam, tetapi tujuannya untuk membangun budaya kita. Jangan budaya kita hilang karena modernisasi,” ujarnya.

Menko Luhut yang didampingi oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan bahwa dalam menunjang pariwisata Danau Toba ini, beberapa upaya dilakukan, di antaranya meresmikan Bandara Silangit sebagai Bandara berbasis Internasional pada 8 September 2017 lalu serta mempromosikan Wisata Danau Toba dalam Annual Meeting IMF-WB 2018 mendatang.

Dia berharap adanya kerja sama yang kompak baik dalam persiapan maupun penerimaan turis yang nantinya berkunjung. Apalagi, pembangunan Danau Toba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang luar biasa.

“Tahun ini dan tahun depan pembangunan di Danau Toba itu luar biasa. Itu lapangan terbang bisa sekarang sudah mulai dikerjakan. Itu akan bisa digunakan pada awal tahun depan dan di situ akan ada turis, tempat turis kira-kira 600 hektar. Dalam proses itu pasti ada kurang lebihnya. Tapi jangan melihat kurangnya saja, jangan kita marungut rungut karena kita tidak bekerja keras. Jadi saya titip itu bapak ibu sekalian. Dalam hal ini, semua harus berperan, baik Gereja HKBP harus berperan, gereja Katolik harus berperan, masyarakat adat harus berperan, masyarakat muslim harus berperan, semua jadi satu baru kita bisa mencapai sukses yang kita harapkan,” paparnya.

Ia berharap agar kita bisa melahirkan inovasi-inovasi yang bagus yang kreatif untuk membuat budaya di Indonesia, khususnya wisata Danau Toba sebagus mungkin, sehingga pariwisata atau wisatawan yang datang karena keramahtamahan, karena budaya, karena kebersihan, karena lingkungan, karena kita kompak.

“Saya titip kita harus kompak jangan ada salah menyalahkan di dalam apapun, cari jalan keluar dari setiap ada perbedaan. Pasti ada jalan keluarnya kalau niat kita untuk baik. Itu dari saya sekali lagi terima kasih semoga Tuhan yang maha kasih menemani kita semua,” tutup Menko Luhut. (Stevani Elisabeth)