Ketiga Kalinya, Kemensos Memberikan Bantuan Usaha untuk Eks Napiter

Ketiga Kalinya, Kemensos Memberikan Bantuan Usaha untuk Eks Napiter

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat bertemu dengan eks napiter, di Kementerian Sosial, Rabu (20/9). (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Jakarta- Untuk ketiga kalinya, Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan usaha kepada eks narapidana teroris (napiter).

“Untuk ketiga kalinya Kemensos memberikan bantuan usaha kepada eks napiter. Kami sudah lakukan ini dengan BNPT di Poso dan Lamongan. Hari ini, kami berikan kepada 37 eks napiter untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta yang tergabung dalam Yayasan Batas Cakrawala,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di Jakarta, Rabu (20/9).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong eks napiter geluti usaha ekonomi kreatif. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi adalah salah satu cara yang paling efektif mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan sekaligus membendung radikalisme.

Masing-masing dari mereka memperoleh bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) senilai Rp5 juta.

Sebelumnya, Kemensos juga memberikan bantuan berupa 39 mesin jahit dan obras di Taman Jeka,Poso yang merupakan zona merah bekas basis Santoso dan simpatisannya. Terakhir, sejumlah bansos juga diberikan kepada eks napi terorisme di Lamongan – Jawa Timur.

“Bantuan ini adalah bagian dari upaya resosialisasi dan reintegrasi mereka (eks napiter-red). harapannya, mereka seutuhnya kembali ke pangkuan ibu pertiwi . Mereka bisa kembali berbaur dengan masyarakat umum dan melupakan pengalaman masa lalunya,” ungkap Khofifah.

Ia menuturkan, bantuan yang diberikan ini adalah bukti bahwa negara maupun pemerintah hadir kepada seluruh masyarakat. Tidak terkecuali kepada mereka yang pernah “khilaf” lantaran ikut terlibat dalam aksi terorisme.

Dia menambahkan, tidak jarang dirinya mendapat curahan hati beberapa napi eks terorisme. Mulai dari dikucilkan keluarga, rekan, sahabat hingga sulitnya mencari pekerjaan karena predikat teroris yang disandangnya.

“Saya harap bantuan ini bisa dimaksimalkan sebaik mungkin. Jika dirasa Rp5 juta kurang ‘nendang’ bisa dengan cara bergabung membentuk satu kelompok usaha patungan,” imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan, Ade Guntur alias Yazid (26) mengatakan uang tersebut akan digunakannya untuk modal usaha sablon kaos. Ade sebelumnya divonis 4 tahun penjara karena dianggap turut membantu Pepi Fernando dalam kasus bom buku tahun 2011 lalu.

Alhamdulillah untuk modal. Usaha kaos ini sebenarnya sudah saya geluti sebelum masuk penjara. Sekarang saya mulai lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris mengatakan, BNPT mengapresiasi langkah Kementerian Sosial yang berupaya merangkul eks napiter lewat sejumlah program perlindungan sosial.

“Saya sangat berharap Kementerian/Lembaga lain bisa melakukan langkah seperti yang dilakukan Kementerian Sosial. Hal ini tentunya tidak lepas dalam upaya mendukung penanggulangan dan pencegahan terorisme,” ujarnya.

Irfan mengatakan, BNPT sendiri memiliki sekitar 600 orang binaan yang terdiri dari mantan teroris, mantan napi teroris, keluarga, jaringan dan mereka yang terindikasi radikal. (Stevani Elisabeth)