Ini Dia, yang Meriahkan “Festival Tlatah Bocah XI”

Ini Dia, yang Meriahkan “Festival Tlatah Bocah XI”

Lokakarya Kalung Lempung oleh Omah Pohon dari Mrican, kab Sleman, DIY, pada Festival Tlatah Bocah XI, Sabtu, 9 September 2017. Foto diambil dari akun FB Teko Ki Suji. [SHNet/Ist]

SHNet, Magelang – Hajatan seni tradisi dengan pelaku anak-anak di kawasan Gunung Merapi, Festival Tlatah Bocah, tahun ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 9-10 September 2017. Acara yang berlangsung di Dusun Ngandong, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini ternyata diikuti total 30 tim peserta.

Penggagas festival seni anak-anak Gunung Merapi, Festival Tlatah Bocah, Gunawan Julianto mengatakan hal ini di Muntilan, Magelang, Sabtu (9/9) pagi, sesaat sebelum berlangsung acara Festival.

Gunawan menjelaskan, pada hari ini, acara Festival diawali oleh Gelar Lapak mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pada Gelar Lapak ini, tim yang terlibat antara lain adalah, tim:

1. Cinderamata oleh Tlatah Bocah dari Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng
2. Cinderamata oleh Rumah Kultur dari Bandung, Jabar
3. Lingkungan oleh Burung Hantu Sahabat Petani dari Dusun Cancangan, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
4. Perpustakaan oleh Sanggar Baca Trilogi dari Kampung Ngringo, Palur, Kabupaten Karanganyar, Jateng
5. Pertanian oleh Sekolah Sawah dari Dusun Gemer, Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng
6. Pendidikan oleh Omah Pohon dari Mrican, Depok, kab Sleman, DIY
7. Pendidikan oleh Sanggar Rejo Dusun Karangrejo, Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jateng
8. UMKM oleh Omah Ngisor dari Desa Sambak, Kajoran, KabupatenMagelang, Jateng
9. Kaos Lukis Tangan oleh Pepe Merdeka dari Muntilan, Kabupaten Magelang, Jateng
10. HIV – AIDS oleh Yayasan Kalandara dari Japunan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jateng.

Selain Gelar Lapak, Festival Tlatah Bocah XI juga menyelenggarakan Lokakarya pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Lokakarya ini melibatkan tim yakni:

1. Batik Celup oleh Sekar Gadhung Mlati dari Gadhung Mlathi, Sengi, Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng
2. Daur Ulang oleh Forum Lingkar Belajar Antar Sanggar (LIBAS) dari Kabupaten Karanganyar, Jateng
3. Kalung Lempung oleh Omah Pohon dari Mrican, Kabupaten Sleman, DIY
4. Tindes oleh Kipli dkk dari Uwit Art Space Salatiga, Jateng
5. Sablon Kaos oleh Sanggar Rejo dari Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jateng.

Acara Festival Tlatah Bocah lainnya adalah

1.Donor Darah dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Magelang, Jateng
2. Pariwisata Berkelanjutan oleh Gunung Api Purba Nglanggeran dari Patuk, Gunung Kidul & Pesona Magelang
3. Sosialisasi HIV – AIDS oleh Yayasan Kalandara dari Japunan, Kabupaten Magelang, Jateng
4. Pemeriksaan HIV – AIDS oleh Yayasan Kalandara dari Japunan, KabupatenMagelang, Jateng

Tepaslira
Festival seni yang memasuki tahun ke-11 ini bertema Tepaslira. Ikhwan, salah satu pegiat Tlatah Bocah menyebutkan, tepaslira artinya adalah sikap menghargai satu sama lain, walaupun kita saling berbeda. Menurutnya, keberagaman sudah ada sejak zaman dulu, kalau di Indonesia persatuan dalam keberagaman telah dirumuskan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“Artinya, walaupun kita berbeda-beda, kita harus ingat, bahwa kita tetap satu keluarga, yaitu Indonesia,” kata Ikhwan, di tengah-tengah waktu penyelenggaraan Festival. (whm)