Haul Akbar & Panjamasan Pusaka Leluhur akan Digelar Minggu Depan

Haul Akbar & Panjamasan Pusaka Leluhur akan Digelar Minggu Depan

Haul Akbar & Panjamasan Pusaka Leluhur akan digelar di Sumenep, Madura, Minggu (1/10). (Ist)

SHNet, Sumenep. Dalam rangka, menjaga, merawat sekaligus melestarikan budaya lokal sekaligus menyongsong Visit Sumenep 2018 mendatang, Desa Aeng Tongtong yang merupakan sentra pengrajin keris pada hari Minggu, (01/10) bakal menggelar event Haul Akbar & Panjamasan Pusaka Leluhur.

Kepala Desa Aeng Tongtong Taufik Rahman menyatakan event seni budaya yang berlangsung selama sehari dan berlangsung dari jam 09:00 WIB ini dikelola dan diselenggarakan secara swadaya oleh penduduk Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Para Mpu dan sesepuh adat Desa Aeng Tongtong akan hadir guna mengikuti dan memimpin rangkaian acara yang akan digelar mulai dari haul atau do’a bersama di Asta leluhur, penjamasan pusaka leluhur. Event ini pun akan menampilkan pertunjukan seni, maestro dan tokoh keris yang akan mengupas tentang seni keris,” kata Taufik.

Sementara itu, Sanamo, salah satu Mpu berpengaruh di Aeng Tongtong menjelaskan, Haul Akbar & Penjamasan ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur masyarakat desa Aeng Tongtong terhadap leluhur yang telah mewariskan keahliannya dalam membuat keris, sehingga mereka dapat merasakan dan menikmati hasilnya hingga saat ini.

“Tak hanya sampai disitu saja, keesokan harinya juga akan dlakukan kirab pusaka keraton yang telah dijamas menuju Keraton Sumenep,” tambah Sanamo.

Sebagai diketahui, bahwa Keris dari Indonesia telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 25 November 2005.

Kemudian Kabupaten Sumenep mendeklarasikan diri sebagai Kota Keris pada 9 November 2014. Dan event ini merupakan wujud apresiasi terhadap kreatifitas para Mpu di Sumenep dan warga Desa Aeng Tongtong.

Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini daerahnya memiliki lebih dari 640 Mpu. Dan, menjadi satu-satunya daerah di Indonesia bahkan di dunia dengan jumlah Mpu terbanyak. (Stevani Elisabeth)