Gara-Gara Komodo Bertelur Gembira Loka Terkenal Ke Seluruh Dunia

Gara-Gara Komodo Bertelur Gembira Loka Terkenal Ke Seluruh Dunia

Sinar Harapan, 21 September 1973 – Gara-gara binatang biawak komodo yang baru saja ditempatkan di Gembira Loka dapat bertelur 28 butir, maka kebun binatang Gembira Loka menjadi terkenal di seluruh dunia. “Ini memang nasib, karena komodo di tempat lain tidak mau bertelur”, kata RM. Harsono, Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia, ketika memberikan sambutan pada upacara ulang tahun ke-20 Gembira Loka di Yogyakarta baru-baru ini.

Selain faktor nasib, kata RM. Harsono menambahkan, memang Gembira Loka merupakan salah satu dari 13 kebun binatang di Indonesia yang telah menunjukkan prestasinya, dapat berthan hidup sampai sekarang.

Atribut kota
Menurut Rm. Harsono ada 4 fungsi kebun binatang, yaitu sebagai pusat kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan, tempat rekreasi dan perlindungan terhadap kehidupan binatang, terutama binatang yang dikhawatirkan akan punah.

Selain itu kebun binatang bagi suatu kota merupakan “”atribut” kebanggaan dari kota tersebut. Maka sudah selayaknya pemerintah daerah dan warga kota memberikan perhatiannya untuk menjaga kelangsungan hidup kebun binatang ini.

Di luar negeri menurut RM. Harsono, kelangsungan hidup suatu kebun binatang ditanggung oleh para dermawan. “Saya ingin mengetuk hati para dermawan Indonesia untuk memberikan perhatian terhadap kehidupan binatang ini”, kata RM. Harsono. Kesulitan yang dihadapi oleh kebun binatang di Indonesia rata-rata hampir sama yakni soal biaya pemeliharaan binatang.

Sementara itu Sekretaris Yayasan “Gembira Loka”, Prof. Kertonegoro SH dalam menyatakan, selama 20 tahun ini Gembira Loka mengalami kemajuan dan dapat jadi tempat rekreasi yang sehat dan murah bagi rakyat Yogya dan sekitarnya. Dikatakan, sampai sekarang Gembira Loka mempunyai hubungan baik dengan kebun binatang di dunia, misalnya dengan kebun binatang San Fransisco, Cairo, Canberra, Peking, Bonn.