Fakta Pembangunan Desa di Maluku

Fakta Pembangunan Desa di Maluku

Jembatan Merah Putih, Ambon, Maluku. (Ist)

 

SHNet, JAKARTA — Dalam data yang diperoleh dalam rapat dengar pendapat di DPD RI pekan lalu, terungkap bahwa jumlah desa tertinggal yang diproyeksikan menjadi desa berkembang di provinsi Maluku adalah 1358 dan jumlah desa berkembang yang diproyeksikan menjadi desa mandiri adalah 878.

Angka tersebut menunjukkan masih banyak desa yang pembangunannya tidak maksimal. Apakah penyebabnya? Data dari Deputi bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Bappenas menunjukkan setidaknya ada 3 permasalahan mendasar.

Pertama adalah masalah infrastruktur. Di wilayah Maluku masih ada desa-desa yang terisolasi khususnya di pulau-pulau kecil. Hal ini disebabkan karena terbatasnya transportasi laut dan tingginya tingginya kerentanan pada perubahan cuaca laut. Alhasil terjadi disparitas harga dan harga pangan yang sangat tinggi. Terbatasnya akses air bersih, listrik, dan telekomunikasi juga adalah bagian dari masalah infrastruktur di wilayah Maluku.

Kedua adalah masalah perekonomian. Masih ditemukan rendahnya produktivitas, nilai tambah dan pendapatan karena terbatasnya benih/bibit, terbatasnya pengetahuan dan keterampilan teknologi produksi, kurangnya tenaga penyuluh dan pendamping, rendahnya hilirisasi pengolahan produk unggulan, dan terbatasnya akses pasar. Masih adanya konflik sosial juga menjadi penyebab terjadinya masalah perekonomian.

Ketiga adalah masalah pendidikan dan kesehatan. Masyarakat di pulau-pulau kecil wilayah Maluku masih rendah angka melek huruf dan partisipasi pendidikan dan angka kematian ibu melahirkan dan anak serta gizi buruk masih tinggi. Hal tersebut ditengarai terjadi karena terbatasnya dan tidak meratanya distribusi tenaga pendidikan dan kesehatan sekaligus terbatasnya akses menuju pusat pelayanan kesehatan dan penidikan.

Kendati ada banyak hal yang perlu dibenahi, ditargetkan ada 351 desa tertinggal di wilayah Papua yang bisa maju menjadi desa berkembang dan ada 43 desa berkembang di wilayah Papua yang maju menjadi desa mandiri. (DM)