Dihadiri Menpar, Garuda Indonesia Terbangi Rute Jakarta-Banyuwangi

Dihadiri Menpar, Garuda Indonesia Terbangi Rute Jakarta-Banyuwangi

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut penerbangan Garuda ke Banyuwangi, Jumat (8/9). (Dok. Forwarpar)

SHNet, Jakarta- Garuda Indonesia landing mulus di Bandara Blimbingsari Banyuwangi, dari Soekarno Hatta Tangerang, Jumat (8/9).

“Garuda Indonesia akhirnya terbang dari Jakarta ke Banyuwangi,” ucap Menpar Arief Yahya memulai pidatonya, yang disambut tepuk tangan seluruh jajaran Manajemen Garuda Indonesia, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura II dan tamu undangan.

Inaugural Flight Garuda Indonesia ini dihadiri Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury, Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Yudisari, Direktur Komersial Angkada Pura II Daan Ahmad, Pejabat Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro, Robert Waloni, Hiramsyah Thaib, Dadang Rizki Ratman dan artis yang juga Duta Pariwisata Banyuwangi Fitri Carlina.

“Terima kasih kepada Menteri Perhubungan, Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, yang sudah mendukung pariwisata melalui pengembangan aksesibilitas, khususnya dari sisi udara. Terima kasih untuk BUMN Incorporated yang mendukung program pariwisata nasional, antara Garuda Indonesia dengan Bank BNI yang meluncurkan program ‘AYO Liburan’,” ujar Menpar.

Diketahui, Kementerian Perhubungan dan Pemkab Banyuwangi sepakat mengakselerasi pengembangan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada 18 Agustus 2017 yang lalu.

“Sejumlah infrastruktur Bandara Banyuwangi mulai dibangun dan ditingkatkan paling lambat akhir tahun ini. Di antaranya, perluasan apron (tempat parkir pesawat), penebalan landasan, hingga perpanjangan landasan. Sehingga dapat digunakan untuk pesawat berbadan besar jenis Boeing 737-900 NG (generasi terbaru),” papar Menpar Arief Yahya.

Ia menambahkan, untuk pengembangan sejumlah infrastruktur tersebut, akan dialokasikan dana sekitar Rp300 miliar. “Targetnya semua Agustus 2018 selesai, karena sebagian pesawat yang digunakan menteri keuangan dari seluruh dunia akan mendarat di Banyuwangi untuk pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali,” ungkapnya.

Sementara, Dirut Garuda Pahala N. Mansury nengatakan, pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi ini sebagai langkah memperluas jaringan penerbangannya di domestik, dan juga sebagai upaya untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah timur pulau Jawa.

“Ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat, serta melengkapi penerbangan yang telah kami layani ke Banyuwangi melalui Surabaya,” kata Pahala.

Menurut Pahala, penerbangan Jakarta-Banyuwangi tersebut dilayani lima kali seminggu yaitu Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 NextGen yang berkapasitas 96 tempat duduk (all economy class).

Garuda Indonesia melayani penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 14.10 WIB dan mendarat di Bandara Blimbingsari pada pukul 15.55 WIB. Dari Banyuwangi pesawat akan kembali terbang pukul 17.10 WIB dan tiba di Jakarta pada 18.50 WIB.

Rute penerbangan ini tentu saja akan meningkatkan konektivitas Banyuwangi serta wilayah di sekitarnya dengan kota-kota lain di domestik dan internasional, serta sekaligus meningkatkan kontribusi Garuda terhadap peningkatan wisata dan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dan sekitarnya sebagai pusat ekonomi baru.

“Pertumbuhan Banyuwangi sebagai destinasi baru sangat menggembirakan dimana pada tahun 2016 lalu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Banyuwangi mencapai 60.000 orang dan wisatawan nusantara mencapai dua 2 juta orang. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut tentu saja perlu didukung penerbangan langsung dari Jakarta,” jelas Pahala. (Stevani Elisabeth)