Digerakkan Ramos Horta Dan Diikuti Tidak Lebih Dari 1000 Orang

Sekitar Demonstrasi Tenang Di Dili

Digerakkan Ramos Horta Dan Diikuti Tidak Lebih Dari 1000 Orang

Kupang, 24 September 1974 – Sejak tanggal 17 September yang lalu di Dili, telah beredar pengumuman dan selebaran di tengah kota maupun yang ditempel pada pohon di jalanan, papan pengumuman atau dibagi-bagikan kepada penduduk. Pengumuman itu ditulis dalam bahasa Portugis yang berbunyi sebagai berikut :

Fretilin (Frente revolucionarado Timor Leste Independente), Convoca, Grande Manifestacau para dia 20 sextafetra a fim de Repudiar Afirmacoes Falsas Proferidas Pelos lader da Adopeti Relativamente A vontade Povode Timor em sejuntar A Indonesia. Concentracao Largo de Lecideres as Horas. Terjemahan bebas :

Fretilin (Front Revolusioner Timor bagian Timur yang merdeka mengundang untuk hadir dalam suatu demonstrasi besar pada tanggal 20, hari Jum’at guna membantah pernyataan palsu yang diucapkan oleh pemimpin adopeti sehubungan dengan keinginan rakyat Timor untuk berintegrasi dengan Indonesia. Tempat berkumpul lapangan Lecidere (dekat konsulat RI) pada jam 08:00 pagi).

Digerakkan Ramos Horta
Sumber dari Dili mengabarkan bahwa demonstrasi ini kebanyakan diikuti oleh orang di Dili yang pada saat ini masih belum dapat menentukan pilihannya pada salah satu partai dari ketiga yang ada. Demonstrasi tersebut digerakkan oleh Ramos Horta dan jumlah demonstrasi tidak lebih dari seribu orang.

Para demonstran telah menemui Gubernur Dili yang baru dikediamannya diatas bukit kurang lebih tiga kilometer di luar kota Dili dan menyampaikan pernyataan pada konsul RI di Dili.
Isi pernyataan tersebut antara lain mengemukakan bahwa ucapan pimpinan partai Apodeti dalam kampanye mereka bahwa Apodeti menghendaki penggabungan dengan Indonesia adalah bohong.

Namun demikian sampai saat ini Apodeti masih tetap pada pendirian mereka dan maksud pengabungan tersebut sudah dikemukakan pada Gubernur/Kepala Daerah provinsi NTT dan juga telah diucapkan di depan massa rakyat penonton pemilihan bintang radio dan televisi derah provinsi NTT di Kupang yang disiarkan oleh RRI Kupang. Pemimpin Apodeti tersebut, Arnaldo, Osorio, Korbafo, Juan dan Costa.

Ramos Horta pertama kali sebagai anggota Union Demokrasi dan kemudian muncul sebagai seorang pendiri partai Sosial Demokrasi, namun keinginannya untuk muncul sebagai pahlawan menyebabkan ia untuk sementara mignggat ke Darwin dan kemudian akhir Juli balik ke Dili dan muncul dengan Fretilin.

Orang UDT ke Jakarta
Sementara itu pada tanggal 20 September jam 11:00 lima orang anggota Union Demokrasi Timorense dari Dili. Timor Portugis telah menghadap Gubernur NTT El Tari. Mereka itu adalah Domingus de Oliveira, Augusto Monsinho, Manuel Babo, Juao Martires dan Manuel Carrascalao dan telah menyampaikan salam hangat Partainya dan sekaligus menjelaskan keinginan melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk menemui pimpinan Republik Indonesia.

Dalam pertemuan itu telah dijelaskan program kerja Union Demokrasi yang ingin mengadakan Federasi dengan Portugal dan kemudian dalam tahun mendatang akan menentukan nasib sendiri.

Gubernur Kepala Daerah provinsi NTT menyambut baik perkunjungan Partai Union Demokrasi dan menyarankan agar kesempatan murni yang diberikan oleh Presiden Spinola hendaknya dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemerdekaan yang menjadi idaman setiap insan di bumi ini.

Selanjutnya dari Partai Union Demokrasi Timorense menegaskan jika pada plebisit nanti rakyat memilih untuk bergabung dengan Indonesia maka Partai Union Demokrasi dengan sepenuh hati akan mengikuti penggabungan dengan Indonesia tersebut.

Orang Union Demokrasi itu adalah Indo campuran Timor dan Portugal dan diantaranya ada yang memiliki perkebunan kopi besar dan di Timor Portugis.

Dengan menghadapnya orang dari Partai Union Demokrasi tersebut maka sampai saat ini, para pimpinan ketiga Partai yang ada di Dili. Timor Portugis telah menghadapnya Gubernur/Kepala Daerah provinsi NTT msaing-masing satu kali. (SH)