Terungkap, Misteri Penyebab Fenomena Sukma di Luar Tubuh

Terungkap, Misteri Penyebab Fenomena Sukma di Luar Tubuh

Ilustrasi meraga Sukma atau Out Of Body Experience (OOBE) / bachorski.wordpress.com

SHNet, Marseille – Fenomena proyeksi roh atau sukma seseorang di dunia nyata di beberapa negara masih dipercaya dengan hal-hal yang berbau supranatural.  Biasanya kondisi yang biasa disebut Meraga Sukma itu sering terjadi sebagai salah satu akibat dari proses NDE (Near Death Experience). Hal ini disebabkan oleh sukma seseorang yang terpisah dari tubuh akibat mengalami trauma tertentu, kecelakaan, efek obat bius, serangan jantung, proses persalinan, dan sebagainya.

Tapi belum lama ini sekelompok ilmuwan mencoba menjelaskan fenomena Meraga Sukma ini atau lebih dikenal di dunia barat sebagai Out Of Body Experience (OOBE) yang diyakini sebagian besar orang sebagai fenomena supranatural.

Sebuah studi baru terhadap 210 penderita OOBE telah mengungkap bahwa kondisi aneh itu mungkin tidak seperti yang diperkirakan sebelumnya oleh banyak orang di dunia ini, karena para pelaku OOBE sadar dengan hal yang terjadi di dunia nyata, terutama yang terjadi dengan tubuhnya,

Para ahli percaya bahwa sekitar 10 persen populasi global memiliki OOBE di beberapa titik dalam kehidupan mereka yang membawa pada sensasi bahwa seseorang melayang berada di luar tubuh dan merasa telah melihat ke dalam diri mereka sendiri.

Penelitian baru telah menemukan bahwa fenomena tersebut mungkin bukanlah suatu aktivitas paranormal seperti yang diyakini orang sebelumnya, namun bisa jadi adanya suatu masalah di telinga orang yang mengalaminya.

Sistem vestibular atau sistem sensor terhadap keseimbangan dalam tubuh manusia terdiri dari beberapa struktur di telinga yang memberi seseorang rasa peka terhadap keseimbangan dan kesadaran spasial (terhadap ruang).

Bila ada masalah dengan sistem tersebut, orang biasanya melaporkan bahwa dirinya mengalami pusing dan rasa mengambang.

Penelitian dari Université Aix-Marseille di Prancis telah menemukan bahwa mereka yang memiliki masalah dengan sistem vestibular, yang dikenal sebagai gangguan vestibular perifer ini, memiliki “kejadian yang secara signifikan lebih tinggi” terhadap OOBE.

Para peneliti melihat dari fakta uji coba terhadap 210 orang yang menderita pusing serta 210 orang dengan usia dan jenis kelamin yang sama yang tidak mengalaminya.

Salah satu peserta dalam studi tersebut mengatakan bahwa mereka merasa “seperti berada di luar diri saya sendiri. Saya merasa seperti saya bukan pada diri sendiri”, sementara yang lain menambahkan “dirinya terbagi menjadi dua orang, satu bentuk tidak berubah sikap dan posisinya sedangkan bentuk baru yang lain muncul di sebelah kanannya, tampak agak ke arah luar. Kemudian kedua bagian individu tersebut saling mendekat, bergabung, dan vertigo pun menghilang. ”

Sekitar 14 persen penderita pusing mengatakan mereka mengalami OOBE sementara angka tersebut turun menjadi hanya lima persen bagi mereka yang tidak menderita pusing.

Banyak penderita pusing yang mengalami OOBE juga telah didiagnosis menderita depresi, kecemasan, depersonalisasi, atau migrain, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional, Cortex.

“Ini, merupakan pertanda bahwa OOBE disebabkan oleh kombinasi masalah pada sistem vestibular dan gangguan psikologis,” ujar tim peneliti.

Studi tersebut menyatakan,”Secara keseluruhan, data kami menunjukkan bahwa OOBE pada pasien dengan gejala pusing mungkin timbul dari kombinasi ketidakcocokan persepsi yang disebabkan oleh disfungsi vestibular dengan faktor psikologis (depersonalisasi – derealization, depresi dan kecemasan) dan faktor neurologis (migrain).” (HNP)