SMU Penabur Tirta Marta Lolos Lomba Padus Internasional

SMU Penabur Tirta Marta Lolos Lomba Padus Internasional

BERAKSI - Paduan Suara SMU Penabur Tirta Marta Pondok Indah, Jakarta Selatan ketika beraksi membawakan lagu Sirih Kuning. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Kesabaran dan kegigihan para murid perempuan SMU Penabur Tirta Marta Pondok Indah, Jakarta Selatan berbuah manis.

Salah satu SMU swasta favorit di kawasan Selatan Jakarta ini akhirnya lolos ke Lomba Paduan Suara (Padus) Internasional yang akan digelar pada September mendatang di SMU Penabur Internasional Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Sukses ini juga tak lepas dari kesabaran dan keuletan dari Roi Josen Purba Tambak yang akrab di Sapa Pak Roi sebagai pelatih dan Aloysbram atau yang lebih tenar disapa Pak Bram sebagai guru pendamping.

Selama kurang lebih dua bulan, Roi dan Bram tekun dan sabar membimbing dan melatih total 27 orang peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas 9, 10, dan 12 SMU Penabur Tirta Marta melakukan latihan persiapan jelang pertandingan yang digelar pekan lalu di SMU Penabur Internasional Kelapa Gading.

Lomba Padus tahunan seluruh sekolah penabur yang juga menampilkan peserta Padus dari SD, SMP, sampai SMU ini digelar selama tiga hari sejak pekan lalu dan dari SMU menampilkan 14 peserta hingga meloloskan 3 terbaik untuk tampil di Lomba Padus Internasional pada September nanti.

Para siswa Padus SMU Penabur Tirta Marta begitu bangga menerima Piagam Best Students Choir Festival 2017. (Dok/SHNet)
Para siswa Padus SMU Penabur Tirta Marta begitu bangga menerima Piagam Best Students Choir Festival 2017. (Dok/SHNet)

“Puji Tuhan kami lolos dengan peringkat terbaik dan bisa tampil di  sesi lomba Padus Internasinal nanti yang pesertanya juga ada dari Filipina. Semoga nantinya juga akan membawa hasil baik di Lomba Padus pada September nanti,” ujar Roi dalam perbincangan dengan SHNet, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Roi yang juga membawa Padus Dinas Pariwisata KPU meraih gelar juara pada September 2016 lalu, juga menambahkan kalau awalnya ketika siswa-siswi diajak untuk ikut lomba, banyak yang ogah-ogahan sehingga akhirnya para guru sudah tak bisa memaksa murid dan tinggal siapa saja yang mau ikut dan langsung dilatih.

“Puji Tuhan siswa yang kami ajak juga ada yang bersedia dan banyak juga yang sungguh-sungguh ingin tampil dan menang. Dengan dua lagu yang kami bawakan ‘Aideamus’ dan ‘Sirih Kuning’ anak-anak akhirnya mendapat nilai terbaik dan lolos,” cerita Roi bangga dengan anak-anak asuhannya.

Beberapa siswa yang tampil seperti Arella Shalisa Pantouw sebagai conductor juga Emmanuela Fransisca dan Nicky Octaftania sebagai anggota Padus mengatakan bangga bisa membawa sekolahnya meraih prestasi.

Apalagi, berkat prestasi itu mereka pun diundang mengisi acara di Kementrian Pendidikan pada Rabu (9/8) nanti. “Jelas ini kebanggaan bagi kami,” tutur Emmanuela.   (Nonnie Rering)