Promosi Pariwisata Lewat Tradisi Minum Kopi

Promosi Pariwisata Lewat Tradisi Minum Kopi

Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Semarang. (dutawisata.co.id)

SHNet, Jakarta- Tradisi minum kopi dapat dijadikan sarana untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Tumbuhnya kedai kopi di desa-desa khususnya di daerah kopi itu berasal, bisa menjadi obyek wisata yang dapat dipromosikan baik kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” ujar Ketua Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Syafruddin, di sela-sela Pemilihan Miss Coffee Indonesia (MCI) 2017, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Selasa (22/8)

Menurutnya, perkebunan kopi bisa dikelola menjadi agrowisata dimana para wisatawan dapat melihat kehidupan petani kopi, ikut memetik biji kopi, hingga menikmati kopi yang diseduh dan disajikan petani.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Ketua Coffee Lovers Indonesia (CLI) Jamil Musyanif. Ia memberikan contoh Banyuwangi, Ungaran dan Kintamani. “Daerah-daerah ini merupakan destinasi wisata yang juga memiliki perkebunan kopi. Misalnya Banyuwangi di Jawa Timur, orang ke sana tidak hanya melihat blue fire di Ijen, tetapi mereka juga bisa mampir ke perkebunan kopi di dekat lokasi wisata itu. Di Kintamani, para wisatawan juga bisa melihat produksi kopi luwak,” tutur Jamil.

Ketua Pelaksana MCI 2017 Lisa Ayodhia mengatakan, mereka yang terpilih menjadi Miss Coffee Indonesia mengemban tugas selain mempromosikan kopi dari daerah-daerah di Indonesia juga ikut mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Kopi bisa menjadi komoditi anadalan Indonesia. Kopi tidak pernah habis. Miss Coffee Indonesia merupakan duta untuk mempromosikan wisata dan kuliner dengan membawa kopi-kopi unggulan Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Pemilihan Miss Coffee Indonesia tahun ini diikuti oleh duta-duta dari seluruh provinsi di Indonesia yang merupakan provinsi penghasil maupun konsumen kopi dengan jumlah 38 finalis MCI 2017.

Seluruh peserta akan mengikuti semua rangkaian kegiatan antara lain paparan dari para pakar yang dapat memberikan wawasan mengenai perkembangan kopi sebagai komoditi utama di dunia. Selain itu peluang industri kopi dan produk-produk olahannya, manfaat kopi bagi kesehatan, agrowisata kopi serta perkembangan perkebunan dan perdagangan kopi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya petani kopi. (Stevani Elisabeth)