Pembudayaan Pancasila Kemuliaan Indonesia

Pembudayaan Pancasila Kemuliaan Indonesia

SUara Warga Joang45

SHNet – MERDEKA!

Kick Andy MetroTV,  Jumat malam 4 Agustus 2017, telah berhasil memastikan bahwa Budaya Pancasila masih membumi di persada Indonesia, terbukti dari paparan praktek Rumah Pancasila dari pak Nanang, Gerakan Sosial Ekonomi Pancasila dari pak Bambang Ismawan, Lagu Insan Pancasila dan Indonesia Jaya oleh Giring & Gio‎.

Kebumian Pancasila berperan sebagai Pandangan Hidup Bangsa diatas menunjukkan kejatidirian Pancasila adalah praktek SUPERIOR di masyarakat, namun tidak demikian peranan Pancasila sebagai Sumber Daripada Segala Sumber Hukum yang justru kini terINFERIORkan tersebab‎ *keberlakuan rezim Konstitusi Reformasi LNRI No 11, 12, 13, 14 / 2006 yang ternyata adalah eksplisit Nir Pembukaan UUD 1945‎ / Nir Sila-sila Pancasila [http://ngada.org/ln/2006 , terunggah 2010]*

Situasi dan kondisi Konstitusi Nir Pancasila yang berketurunan perundang-undangan organik itu jelas Nir Roh Pancasila sehingga berpengaruh sulit dicapai SUPERIORITAS bagi ke-17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia yang diyakini berperan jadi tolok ukur \’navigasi\’ kenegaraan seperti ‎

1) ICOR (Incremental Capital Outflow Ratio) Indonesia,

ICOR Memburuk, Tanda Investasi tak Efisien

Nilai ICOR yang efisien, secara umum berada di kisaran 3% hingga 4%, yang artinya untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) satu persen di suatu negara, dibutuhkan tambahan investasi hingga 3% hingga 4%. Nilai ICOR yang semakin kecil, mengindikasikan terjadinya efisiensi dalam proses investasi, sebaliknya nilai ICOR yang membesar menggambarkan tingginya in-efisiensi investasi. Kini angka  ICOR Indonesia > 6%

2) IDSI (Indeks Daya Saing Indonesia),

http://ekonomi.kompas.com/read/2016/09/30/141541126/posisi.daya.saing.indonesia.turun

IDSI kini di peringkat 41 dari 138 negara yang disurvei

http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/index.php/2017/04/11/memperbaiki-daya-saing-indonesia/

Peringkat daya saing (global competitiveness index)  yang dirilis World Economic Forum (WEF) belum lama ini memperlihatkan posisi Indonesia yang menurun. Pada periode 2015-2016 posisi Indonesia masih berada di peringkat ke-37 dari 138 negara, namun untuk periode 2016-2017 turun ke urutan ke-41. Posisi Indonesia ini berada di bawah negara-negara serumpun seperti Singapura (2), Malaysia, (18) dan Thailand (32), kondisi ini bahkan sudah sejak lama.

3) IPMI (Indeks Pembangunan Manusia Indonesia),

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170322182446-78-202081/ranking-indeks-pembangunan-manusia-indonesia-turun-ke-113/

IPMI kini di peringkat 113 dari 188 negara yang disurvei

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/04/17/090866904/indeks-pembangunan-manusia-indonesia-naik-ke-kategori-tinggi

Status pembangunan manusia pada 2016 di Indonesia naik dari kategori sedang menjadi kategori tinggi seiring dengan adanya kenaikan indeks menjadi 70,18.

4) IPKI (Indeks Persepsi Korupsi Indonesia) ,

https://www.voaindonesia.com/a/indeks-persepsi-korupsi-ri-turun-/3692750.html

IPKI kini di peringkat 90 dari 176 negara yang disurvei

Badan anti-korupsi dunia yang berkantor di Berlin – Transparency Internasional – hari Rabu mengeluarkan laporan tahunan atas hasil upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan 176 negara setahun terakhir ini. Indeks Persepsi Korupsi ini menempatkan Indonesia di peringkat ke 90 dengan skor 37. Dari sisi skor ada kenaikan satu poin, tetapi dari sisi rating terjadi penurunan dua tingkat.

5) IKI (Indeks Kebahagiaan Indonesia),

IKI kini di peringkat 81 dari 155 negara disurvei

https://www.indopress.id/article/serbaserbi/rapor-merah-indeks-kebahagiaan-indonesia [3 Agustus 2017]

Dalam rangka memperingati “International Day of Happiness” atau “Hari Bahagia Internasional” pada 20 Maret, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) merilis indeks kebahagiaan suatu negara.

Ternyata Indonesia berada di peringkat ke-81 dengan nilai 5.262 dari 155 negara di dunia. Sementara negara Asean paling bahagia adalah Singapura dengan nilai 6.578.

Dengan negara tetangga kita, Malaysia saja, Indonesia masih kalah jauh. Malaysia menduduki peringkat 42 dengan nilai 6.084.

Indeks negara dengan nilai kebahagiaan paling tinggi adalah Norwegia dengan nilai 7.537, diikuti Denmark dengan nilai 7.522, Island 7.504, Switzerland 7.494 dan Finlandia 7.469.

6) IKNI (Indeks Ketahanan Nasional Indonesia)

https://www.ugm.ac.id/id/berita/12766-ketahanan.nasional.indonesia.mengalami.penurunan

Sedangkan dalam indeks kerapuhan, Indonesia ada di urutan ke-86 dari 178 negara yang disurvei oleh The Fund for Peace.

7) GRI (Gini Ratio‎ Indonesia)

https://ekbis.sindonews.com/read/1221437/33/indeks-gini-ratio-ri-maret-2017-capai-0393-1500290135

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan, secara nasional gini rasio Indonesia selama periode 2010 hingga September 2014 terus mengalami fluktuasi, dan mulai Maret 2015 hingga Maret 2017 nilainya mulai menurun. Dia mengklaim bahwa, selama periode Maret 2015 hingga Maret 2017 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Indonesia. GRI kini 0.393‎

8) IPLI (Indeks Performa Logistik Indonesia),

https://m.tempo.co/read/news/2016/10/19/087813447/indeks-performa-logistik-indonesia-masih-tertinggal

IPLI kini di peringkat 63 dari 160 negara yang disurvei

9) IPII (Indeks Pembangunan Infrastruktur Indonesia),

http://halloapakabar.com/indonesia-dan-filipina-indeks-kualitas-infrastrukturnya-terendah

http://properti.kompas.com/read/2016/05/11/121910621/Infrastruktur.Indonesia.Masih.di.Posisi.82.Dunia.

IPII kini di peringkat 82 dari 142 negara yang disurvei

10) IKwI (Indeks Kewirausahaan Indonesia),

http://analisis.kontan.co.id/news/interpretasi-indeks-kewirausahaan-global-1?page=2

IKwI kini di peringkat 103 dari 132 negara yang disurvei

11) IInI (Indeks Inovasi Indonesia),

http://kabar24.bisnis.com/read/20160823/79/577631/peringkat-inovasi-global-inilah-posisi-indonesia-dan-25-negara-paling-inovatif-2016-versi-wipo

IInI kini di peringkat 88 dari 128 negara yang disurvei

12) IPPI (Indeks Pelayanan Publik Indonesia),

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/01/27/195726626/ombudsman.pelayanan.publik.belum.baik

Pada tahun 2016, jumlah laporan yang diterima Ombudsman mencapai 9.069 laporan. “Tahun 2015 laporan ke Ombudsman mencapai 6.859. Di tahun 2016 naik menjadi 9.069 laporan,” ujar Amzulian di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

13) IDI (Indeks Demokrasi Indonesia),

https://news.detik.com/berita/3268224/indeks-demokrasi-indonesia-menurun

\’IDI level nasional 2015 mencapai 72,82 dalam skala indeks 0 sampai 100. Angka ini relatif tetap dibandingkan dengan IDI 2014 yang capaiannya sebesar 73,04,\’ ujar Suryamin, Kepala BPS di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Sawah Besar Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).‎

http://www.beritasatu.com/politik/377809-bps-indeks-demokrasi-indonesia-7282.html

Dengan angka tersebut, kata Suryamin, kinerja demokrasi Indonesia berada pada kategori “sedang”. BPS mengklasifikasikan tingkat demokrasi menjadi tiga kategori, yakni \’baik” (indeks > 80), “sedang” (indeks 60 – 80), dan “buruk” (indeks < 60).

14) PIKI (Performa Indeks Konstruksi Indonesia),

http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/performa-indeks-konstruksi-lampaui-ihsg/158243‎

Executive Vice President dan analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, saat ini, performa indeks saham konstruksi melampaui indeks harga saham gabungan (IHSG). Karena itu, saham-saham unggulan di sektor konstruksi masih menjadi perhatian investor. “Potensial upside sektor konstruksi sebesar 15-16% tahun ini,” katanya.

15) IHPBBB (Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan,

https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1458

Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan / Konstruksi, 2017 (2010=100) kini berkisar pada angka 129-135

16) IHPB (Indeks Harga Perdagangan Besar),

https://www.merdeka.com/uang/hingga-juli-2017-indeks-harga-grosir-non-migas-terus-merosot.html

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama bulan Juli 2017 lndeks Harga Perdagangan Besar (lHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir turun sebesar 0,23 persen apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2017. Untuk itu, sepanjang tahun kalender2017 IHPB sebesar negatif 0,29 persen dan secara year on year sebesar 1,18 persen.

17) IKBI (Indeks Kemudahan Berusaha Indonesia)

http://bisnis.rakyatku.com/read/38970/2017/02/17/indonesia-kini-di-peringkat-91-dalam-kemudahan-berusaha

Kemudahan berusaha di Indonesia atau Ease of Doing Business (EODB) secara berangsur-angsur sudah menunjukan perbaikan menjadi peringkat 91 dari peringkat 106 pada tahun 2016 ‎
Perkokohan 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia diatas menuju kearah SUPERIOR mutlak perlu tumpuan praktek Konstitusi Pro Pancasila yi ‎UUD 1945 per Berita Repoeblik Indonesia Th II No 7, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia No 75/1959 plus adendum2 terkait.

Dan Festival Prestasi Indonesia prakarsa UKP-PIP saat peringatan Indonesia Merdeka 17 Agustus 2017 (17817) yad diyakini akan berkesempurnaan turut merawat prestasi Pembudayaan Pancasila Kemuliaan Indonesia  bila praktek Pancasila sebagai Sumber Daripada Segala Sumber Hukum segera direhabilitasi dengan turut mendorong reaktivasi UUD 1945 / Konstitusi Pro Pancasila termaksud diatas dan  dapat efektif di Hari Konstitusi Pro Pancasila 18 Agustus 2017 yad.‎

Pada hari peringatan terbentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia 7 Agustus 1945 (PPKI 1945) ini, Pembudaya Pancasila Konstitusional Indonesia (PPKI 2017) berharap bahwa persembahan Potret 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia diatas komplementer bagi kajian komprehensif oleh segenap para Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia sekaligus pembekalan strategik bagi Nasionalisme Generasi Millenial Indonesia (GMI). August 3, 2017 sebagai unsur kepemimpinan masa depan‎ Indonesia

http://sinarharapan.net/2017/08/nasionalisme-pemuda-millenial/‎

Tetap MERDEKA!‎

Jakarta, 7 Agustus 2017

Presidium ‎PPKI 2017,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto

Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
www.jakarta45.wordpress.com