Kemensos-HIMBARA Salurkan Bansos PKH DI Kalbar

Kemensos-HIMBARA Salurkan Bansos PKH DI Kalbar

3
0
SHARE
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran bansos PKH di Kalimantan Barat. (Dok. Humas Kemensos)

SHNet, Ketapang – Kunjungan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa selama dua hari di Kalimantan Barat untuk memantau pencairan bantuan sosial Program keluarga Harapan (PKH) telah sampai di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kubu Raya.

Di kabupaten Ketapang, Mensos mendapat sambutan meriah dari 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang datang dalam pencairan bansos di Pendopo Kabupaten Ketapang. KPM yang terdiri dari ibu-ibu ini kompak mengangkat bendera merah putih kecil di genggaman tangan sambil melambai-lambaikan di udara.

Mensos mengajak ibu-ibu bersholawat untuk mendoakan bangsa, mendoakan rakyat Indonesia, juga anak-anak penerima PKH agar bersekolah dan mengukir prestasi di sekolah. Khofifah mendoakan kelak anak-anak di Ketapang bisa menjadi TNI, POLRI, PNS, atau Direktur Bank.

“Kami senang Ibu Mensos datang. Ini berkah bagi kami. Baru kali ini saya diajak menyanyi lagu Indonesia Raya bersama seorang menteri,” tutur Yusnawati (49).

Ibu dengan 10 anak ini mengaku tak pernah bersekolah. Pengalaman bernyanyi dan bersholawat bersama Mensos bagi Yus merupakan kesempatan yang sangat langka.

“Saya terharu Ibu Menteri bilang anak-anak PKH kelak bisa jadi polisi atau TNI, ada beasiswa untuk anaknya orang miskin seperti saya. Anak saya ingin jadi guru. Mudah-mudahan terkabul cita-citanya,” tuturnya.

Sementara itu Ina (45) mengaku kehadiran Mensos membawa rejeki baginya dan keluarga. Uang PKH yang dinanti-nanti akhirnya cair. Ia berencana membelikan seragam sekolah untuk anaknya yang duduk di SMK jurusan Mekanik.

“Alhamdulillah. Terima kasih Pak Presiden. Saya bisa beli seragam sekolah anak,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Mayoritas penduduk di Ketapang berprofesi sebagai petani dan nelayan. Kegiatan bercocok tanam sebagian besar dilakukan oleh kepala keluarga yakni para bapak. Sementara ibu-ibu bekerja mengolah ikan hasil tangkapan suaminya menjadi Renyok yakni ikan asin kecil dan tipis seperti kerupuk. Ada pula yang membuat udang kering untuk dijual di pasar.
Mensos dalam arahannya mengungkapkan penyaluran bansos non tunai PKH di Kabupaten Ketapang didukung oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) sementara di Kabupaten Kubu Raya penyaluran dilaksanakan oleh BNI 46.

“Proses ini harus dikawal sungguh-sungguh agar penyalurannya tepat waktu. Saya juga sudah meminta pihak perbankan bersama Pendamping PKH dan pemda baik kota maupun kabupaten selalu cek cek cek dan detil detil detil menyisir wilayah mana saja yang belum tuntas pencairannya,” tutur Mensos.

Dia mengatakan, total bansos PKH yang diterima setiap KPM adalah Rp1.890.000 per tahun yang cair sebanyak empat kali. Agustus merupakan jadwal pencairan PKH tahap ketiga dengan jumlah bantuan sebesar Rp500.000. Dua tahap sebelumnya dilakukan pada Februari dan Mei, sementara tahap keempat cair November.

Pada 2017, Kabupaten Ketapang menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial sebanyak 58,8 miliar. Terbagi atas bansos PKH sebesar 17, 9 miliar untuk 9.479 KPM, bansos Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp40,7 miliar untuk 29.675 keluarga. Bansos Disabilitas Rp177 juta untuk 59 jiwa serta bansos Lansia Rp100 juta untuk 50 jiwa.

Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengungkapkan Kabupaten Ketapang menjadi kabupaten ke-27 yang mendapat pencairan PKH. Sebelumnya BRI juga membantu pemerintah dalam pencairan PKH di Makassar, Padang, Palembang, Lampung, Batam, Balikpapan, Kediri, Medan, Mataram, Pekanbaru, Jambi, Bangka, Nganjuk, Kendari, Labuan Bajo, Banjarmasin, Batulicin, Halmahera, Tondano, Tomohon, dan Belitong.

Bansos non tunai PKH yang disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BRI dapat diambil di 10.628 unit kerja konvensional BRI, 23.125 jaringan ATM BRI dan 97.597 AgenBRILink di seluruh Indonesia.

Sementara itu Kepala Jaringan dan Layanan BNI 46 Regional Banjarmasin Suhardi Petrus dalam sambutannya pada pencairan bansos PKH di Kabupaten Kubu Raya mengungkapkan untuk melayani penerima PKH, pihaknya telah menyiapkan 268 Agen46, 109 ATM BNI, 16 outlet BNI.

Pada 2017, Kabupaten Kubu Raya mendapat bansos dari Kemensos sebesar Rp48,7 miliar. Terdiri dari bansos PKH sebesar Rp15,6 miliar untuk 8.301 KPM, bantuan Rastra Rp32,4 miliar untuk 23.623 keluarga. Selanjutnya bansos Disabilitas Rp39 juta untuk 13 jiwa, bansos Lansia Rp180 juta untuk 90 jiwa, dan bansos Usaha Ekonomi Produktif-Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBE) sebesar Rp420 juta untuk 210 keluarga.

“Tahun depan Presiden menambah penerima PKH secara nasional dari 6 juta KPM pada 2017 menjadi 10 juta pada 2018,” katanya.

Mensos menambahkan pada Januari 2018 Kabupaten Ketapang penerima PKH akan diperluas sebanyak 20.092 KPM sehingga total penerima adalah 29.571 KPM. Untuk Kabupaten Kubu Raya jumlah KPM tahun 2018 akan ditambah sebanyak 15.127 KPM sehingga total penerima PKH di Kubu Raya menjadi 23.428 KPM. (Stevani Elisabeth)