ISIS Sebar Ancaman Bunuh Paus Fransiskus Lewat Video dari Marawi

ISIS Sebar Ancaman Bunuh Paus Fransiskus Lewat Video dari Marawi

Paus Fransiskus/Ilustrasi/Ist

SHNet, Vatikan – The Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan bermetamorfosa menjadi The Islamic State of Indonesia and Philippine (ISIP) bermarkas di Marawi, Ibu Kota Provinsi Lanao del Sur, Mindanao, Philippine Selatan, menyebar ancaman pembuhunan terhadap Paus Fransiskus, Kepala Negara Vatikan di jantung Kota Roma, Italia.

Ancaman berupa rekaman video ditemukan di Marawi, Jumat, 25 Agustus 2017, berjudul: ISIS Threatens Pope Francis And The Church In New Video sebagaimana dilansir situs: ucatholic.com, Selasa (29/8/2017). Rekaman video berjudul “Negara Islam – Di dalam Kekhalifahan,” difilmkan di Filipina dan didistribusikan perusahaan media afiliasi ISIS al-Hayat.

Ancaman disebar dari Marawi, memiliki makna simbolik, karena Philippine mayoritas bergama Katolik, tapi di bagian selatan terutama di Mindano, Sulu dan Palawan, mayoritas penduduknya beragama Islam beraliran radikal.

Kalangan separatis Islam tergabung di dalam ISIP mengklaim, ada keterlibatan Gereja Katolik di dalam memberantas kaum radikal di Marawi, sehingga Paus Fransiksus mesti dibunuh.

The Inguire, melansir, selain Omarkayam Maute atau Omar Maute, jaringan teroris Islam di Mindanao Sulu dan Palawan (Minsupala), Philipina Selatan berafiliasi kepada Islamic State of Indonesia and Philipina (ISIP), terdiri dari Bangsamoro Islamic Freedom Fighter (BIFF).

Kemudian, Abu Sayyaf, Ansar Khalifah Philipina (AKP), Moro Islamic Liberation Front (MILF), Moro National Liberation Front (MNLF), Justrice for Islamic Movement (JIM), Mindanao Independent Movement (MIM).

Ketua Konferensi Waligereja Philipina Mgr Socrates Buenaventura Villegas DD, mengharapkan militer Philippine mengeliminir berbagai tindak kekerasan militer di dalam melakukan upaya membebaskan Pastor Paroki Katedral Our Lady Help Marawi, Teresito Suganob dan 13 umat lainnya.

Pastor Teresito bersama umatnya diculik militan Omarkhayam Maute atau Omar Maute saat gerombolan ISIP menyerbu dan membakar Gereja Katedral lOut Lady Help Marawi, Selasa, 23 Mei 2017.

Saat militer merebut kembali Marawi, Ibu Kota Provinsi Lanao del Sur, Mindanao, Selasa, 13 Juni 2017, nasib Pastor Teresito sampai sekarang tidak jelas. Sementara kelompok militan terus terdesak, tinggal menguasai wilayah sekitar 1 kilometer persegi di sekitar Masjid Islam Bato dan Lanao Mindanao Al-Islamic Center.

“Saya sangat menghormati upaya Pemerintah Philipina di dalam membebaskan para sandera, termasuk Pastor Teresito. Tapi kalau bisa, hindari kekerasan dan pertumpahan darah berkelanjutan di Marawi,” kata Uskup Villegas kepada Kantor Berita Reuters.

Video ancaman kepada Paus Fransiskus, menggambarkan penghancuran sebuah salib dan patung Santa Perawan Maria, bersamaan dengan ancaman langsung kepada Paus Fransiskus di mana mereka merobek sebuah gambar dari Paus Tertinggi.

Video ditutup dengan gereja terbakar dengan api, seorang teroris ISIP membuat ancaman langsung terhadap Gereja dan Roma. Bunyi ancamannya, “Ingat ini, kamu kuffar (non muslim) – kita akan berada di Roma, kita akan berada di Roma, insya Allah. (Tuhan rela) Setelah semua usaha mereka, akan menjadi agama salib yang akan dipatahkan.”

“Permusuhan para pejuang Tentara Salib terhadap kaum Muslimin hanya melayani untuk melahirkan generasi muda”.  Sekretaris Negara Vatikan dan anggota tertinggi tingkat kedua Tahta Suci, Kardinal Pietro Parolin, mengatakan Vatikan telah melihat videonya dan mengakui bahwa mereka mengancam Gereja.

Pietro Parolin mengatakan meskipun Vatikan memiliki tindakan pengamanan yang kuat dan mereka tidak akan menambahkan lebih banyak lagi, video tersebut masih mengganggu. Ditegaskan Parolin , “Seseorang sama sekali tidak bisa khawatir, terutama karena kebencian yang tidak masuk akal itu adanya”.

Komandan Garda Swiss, yang membela dan menjaga Vatikan, mengatakan bahwa Garda Swiss telah siap dan menggantikan Vatican dari ancaman yang mungkin dihadapi dan dipersiapkan untuk serangan seperti tragedi baru-baru ini di Barcelona. “Mungkin hanya masalah waktu sebelum serangan semacam itu terjadi di Roma, tapi kami siap untuk itu,” kata Komandan Garda Swiss kepada uchatolic.com. (Aju)