Ampas Tahu Ternyata Bisa Jadi Kerupuk yang Enak

Ampas Tahu Ternyata Bisa Jadi Kerupuk yang Enak

Ampas Tahu/Ilustrasi/Ist

SHNet, Malang – Bagi orang Indonesia, tahu, makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai sama terkenalnya dengan daging ataupun ikan. Dari bahan baku tahu ini, orang bisa membuat makanan yang lezat dengan berbagai cita rasa. Oleh karenanya, jenis panganan yang satu ini bisa dijadikan lauk pauk maupun camilan.

Tapi, bagaimana dengan ampas tahu? Bisa dijadikan apa saja? Selama ini, ampas tahu dibuang dan dijadikan pakan ternak. Namun, dari uji coba yang dilakukan dua wirausaha muda dari SMK NU 04 Ma’arif, Pakis, Malang, Jawa Timur, ampas tahu yang merupakan limbah agroindustri ternyata bisa juga diolah menjadi kerupuk yang enak dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Malang Dr.Ir.Agnes Quartina Pudjiastuti mengatakan, uji coba tersebut pada awalnya dilakukan siswa SMK NU 04 yang bergabung dalam kelompok usaha yang beranggotakan 4 orang. Mereka berinisiatif mengolah limbah industri tahu ini menjadi kerupuk.

Usaha ini didirikan dengan modal awal yang bersumber dari uang saku anggota dengan peralatan dan fasilitas seadanya. Bahan baku utamanya adalah ampas tahu dan tepung tapioka. Proses produksi kerupuk ampas tahu mengalami beberapa kali kegagalan karena kurangnya pengalaman dan belum ada usaha sejenis yang dapat dijadikan sebagai tempat belajar (referensi).

ampas tahu 1Hal ini membuat kelompok usaha ini hampir menghentikan usahanya. Namun, motivasi dari seorang pembimbing mata pelajaran kewirausahaan pada akhirnya membuat kelompok ini mampu memproduksi kerupuk ampas tahu seperti yang diharapkan.

Motivasi lainnya berasal dari para tetangga yang bersedia membeli produk mereka. Penjualan pertama ini menjadi motivasi bagi wirausaha muda untuk melanjutkan usaha kerupuk ampas tahu.

Agnes mengatakan, untuk mendorong usaha tersebut supaya lebih berkembang, ia bersama dengan rekannya dari Fakultas Ekonomi, Dr. Nur Ida Iriani, MM melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK 04 Ma’arif. Kegiatan itu didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) melalui program kemitraan masyarakat (PKM).

Siswa yang dilibatkan dalam pelatihan itu berasal dari kelas 11 dan 12. Dalam pelatihan ini, mitra dan para siswa sebagai calon wirausaha muda diajak memahami tentang beberapa pemahaman. Pertama adalah perbedaan kerupuk dan keripik. Kedua, bagaimana memilih bahan baku dan bahan pembantu yang sesuai.

Ketiga, bagaimana proses produksi yang mendukung keamanan pangan. Keempat, bagaimana komposisi bahan baku dan bahan pembantu yang tepat. Kelima, bagaimana merencanakan usaha. Dan keenam, bagaimana memasarkan dengan menggunakan media sosial (online) dan pengetahuan lainnya.

“Harapannya, kegiatan ini akan memotivasi para siswa lainnya untuk mengembangkan usaha yang telah ada atau membuka usaha baru, meskipun berskala kecil. Seperti yang telah diketahui bersama, usaha kecil telah teruji tahan terhadap krisis ekonomi,” katanya.

Selain itu, menurutnya, munculnya wirausaha baru akan berkontribusi terhadap masalah ekonomi makro yaitu terciptanya lapangan kerja yang berdampak pada menurunnya angka pengangguran.

“Pengetahuan mengenai pemanfaatan ampas tahu sebagai limbah agroindustri menjadi kerupuk atau makanan lainnya yang bernilai ekonomi cukup tinggi akan membangkitkan kreativitas para siswa,” katanya.

ampas tahu 2Ia menjelaskan, selain kerupuk yang menggunakan bahan baku limbah agroindustri tahu, diberikan pula pelatihan tentang keripik yang menggunakan bahan baku komoditas pertanian yaitu pisang. Berdasarkan hasil studi kelayakan yang telah dilakukan, kedua usaha ini dinyatakan layak untuk dikembangkan.

Ia mengakui, usaha keripik pisang memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan usaha kerupuk ampas tahu karena memiliki pasar yang lebih luas dan produk dengan rasa yang konsisten (enak dan renyah). Sementara pasar kerupuk ampas tahu masih memerlukan supervisi dalam proses produksi, terutama konsistensi komposisi bahan baku dan bahan pembantu.

Di samping pelatihan, pemberian bantuan berupa alat dalam proses produksi kerupuk ampas tahu dan keripik pisang diharapkan dapat meningkatkan skala usaha dan pendapatan kedua mitra dalam program kemitraan masyarakat ini.

Materi disediakan Universitas Tribhuwana Malang. Konten mungkin telah diedit gaya dan panjangnya.