Ada Kemauan Pasti Ada Jalan: The Power of Strong Will

Ada Kemauan Pasti Ada Jalan: The Power of Strong Will

SHNet, Jakarta – Ambri Lawu Trenggono seorang pemudia usia 31 tahun berasal dari Bogor. Ambri menderita gagal ginjal sejak tahun 2009. Namun dirinya tidak melakukan pengobatan khusus. Pada stage 1 – 4, Ambri berpikir bahwa pola hidup sehat akan menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Tahun 2012 Ia dinyatakan gagal ginjal stage 5 (ESRD). Sejak saat itulah, Ia rutin menjalani cuci darah dengan metode Hemodialisis (HD).

Mulanya Ambri merasa frustasi dengan penyakit yang Ia derita. Saat itu belum ada program BPJS sehingga biaya pengobatan harus ditanggung pribadi. Beruntung keluarga selalu mendukungnya untuk terus berjuang dan disiplin dalam menjalankan cuci darah.

Menjalani pengobatan dengan metode HD ternyata memberikan perubahan bagi hidup Ambri. Bobot tubuhnya terus menurun dan badannya menjadi lemas. Ambri berusaha mencari tahu metode pengobatan lain yang bisa Ia pilih. Ia membaca artikel kesehatan di luar negeri seperti Amerika dan Thailand. Ambri menemukan fakta bahwa negara-negara maju sudah jarang menggunakan metode HD untuk cuci darah. Ada metode lain yang lebih fleksibel yaitu Peritoneal Dialysis (PD)

Berangkat dari pengetahuan itu, Ambri memutuskan untuk mengganti metode cuci darah menjadi PD. Ia pun merasakan perbedaan setelah menjalani PD. Ia tidak perlu datang ke rumah sakit dan menunggu berjam-jam saat proses HD. Ia bisa melakukan cuci darah di rumah sambil melakukan aktivitas lain. Dari segi makanan pun, Ambri lebih leluasa menentukan makanan setelah menjalani terapi PD.

Ambri memiliki hobi hiking sejak dulu. Dengan memilih terapi PD, hobinya tetap dapat dilakukan dan tidak terganggu sama sekali. Ambri menjalankan bisnis perlengkapan PD kepada sesama pasien gagal ginjal. Ia melakukan inovasi seperti membuat belt PD dengan bahan yang nyaman dan tiang penggantung dari tripod. Usahanya ini terbukti telah membantu banyak pasien lainnya untuk menjalankan PD.

Saksikan kisahnya di channel : https://youtu.be/jF3sJ0yB6WM

Penulis: Petrus Hariyanto

Editor: Siti Rubaidah