I‌CW : Jadi Tersangka, Setnov Harus Mundur ‌

I‌CW : Jadi Tersangka, Setnov Harus Mundur ‌

Ilustrasi/ist

J‌AKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan E-KTP. Ketua Partai Golongan Karya (Golkar) yang kerap disapa Setnov tersebut diduga merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.

Indonesian Corruption Watch (ICW) menilai, pasca penetapan status tersangka ini, Setnov harus segera mengundurkan diri. Berikut pernyataan sikap ICW yang diterima redaksi SHNet.

Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka korupsi dalam pengadaan E-KTP. Langkah KPK ini patut diapresiasi untuk menunjukkan keseriusan KPK membongkar dalang persekongkolan pengadaan KTP elektronik yang merugikan keuangan negara 2,3 T.

‌Untuk menghadapi proses hukum, SN harus mundur sebagai Ketua DPR. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang sebagai pimpinan lembaga negara untuk melawan proses hukum sehingga tidak terjadi konflik kepentingan.

‌Pada saat yang sama, Partai Golkar harus segera melakukan pembenahan internal untuk untuk mengganti pimpinannya yang bermasalah. Selain itu,Golkar harus mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK agar citra partai tidak semakin terbenam.

Material disediakan ICW