BMGF Dukung Kemensos untuk Program Bansos Non Tunai

BMGF Dukung Kemensos untuk Program Bansos Non Tunai

Kementerian Sosial melakukan kerjasama dengan Bill & Melinda Gates Foundation lewat mitra kerjanya MicroSave Indonesia untuk penyaluran bantuan sosial non tunai. (Dok. MicroSave)

SHNet, Jakarta- Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) mendukung Kementerian Sosial (Kemensos) dalam program penyaluran bantuan sosial (bansos) non tunai di Indonesia.

“Program-program bansos non tunai, kalau ada komplain, kami disupport oleh BMGF melalui mitra kerjanya MicroSave,” ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa usai penandatanganan MoU dengan BMGF lewat MicroSave, di Jakarta, Selasa (4/6).

Mensos menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan ruang komplain di Kementerian Sosial yang merupakan bagian dari customer service satisfaction.

Menurutnya, customer service satisfaction untuk saat ini difokuskan di 44 kota, termasuk untuk bantuan pangan non tunai. Mereka yang memperoleh layanan tersebut adalah para penerima bantuan pangan non tunai dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Customer service satisfaction itu sangat penting karena penerima bansos non tunai dapat layanan yang seefektif dan maksimal mungkin,” kata Khofifah. Menurutnya, penerima bansos non tunai jangan dianggap sebagai second class society.

Microsave juga berencana mengajak Kemensos untuk studi banding ke negara yang sudah menerapkan inklusi keuangan.

Khofifah menyatakan belum menentukan negara mana yang akan dijadikan sasaran studi banding dalam penguatan inklusi keuangan ini. Menurut dia studi banding ini akan melibatkan dinas sosial dari beberapa daerah, dan pelaku bansos.

Kerjasama tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Melinda Gates, Co-chair Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) dengan Presiden RI pada Maret 2017. Sebagai kelanjutannya, MicroSave Indonesia sebagai mitra kerja bersama Inke Maris & Associates, konsultan BMGF menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Kementerian Sosial RI yang diwakili oleh Setjen Kementerian Sosial dan disaksikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Konsultan BMGF Inke Maris,

Kerjasama ini meliputi dukungan teknis dari BMGF melalui MicroSave untuk mendukung program inklusi keuangan, khususnya dalam masalah pemantapan subsidi pemerintah kepada masyarakat.

Kepala Perwakilan MicroSave Indonesia Grace Retnowati mengatakan kerja sama ini dilakukan dalam konteks peningkatan kapasitas dan dukungan kebijakan untuk mempercepat inklusi keuangan dalam bantuan sosial.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia sudah mengimplementasikan berbagai skema bantuan sosial. Saat ini, pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk melakukan digitalisasi program bansos tersebut.

Grace menerangkan MicroSave membantu Kemensos untuk melakukan peningkatan kapasitas bagi pelaksanaan digitalisasi bansos dalam berbagai bentuk. Dukungan lainnya mencakup workshop atau seminar, peningkatan kapasitas pengelola e-warong, penyusunan SOP keuangan inklusi bantuan sosial, menyiapkan strategi komunikasi, sosialisasi, dan penyelesaian keluhan penerima bantuan sosial, serta melakukan kajian pelaksanaan keuangan inklusif bantuan sosial. (Stevani Elisabeth)