Aplikasinya Dibredel, Ini Kata CEO Telegram

Foto: CEO Telegram Pavel Durov /latinpos

Aplikasinya Dibredel, Ini Kata CEO Telegram

4
0
SHARE

SHNet, Jakarta – Tak lama setelah pemerintah Indonesia memblokir Telegram, pendiri dan CEO Telegram Pavel Durov melalui Twitter mengatakan bahwa pemblokiran ini “aneh”.

“Kami tidak pernah menerima permintaan/protes dari pemerintah Indonesia. Kami akan melakukan penyelidikan dan akan memberikan keterangan,” kata Durov, seperti dikutip dari laman BBC

Selain Protes CEO Telegram, protes juga disampaikan melalui situs Change.org dengan petisi “Batalkan pemblokiran aplikasi chat Telegram” yang diinisiasi Dodi IR.

Baca Juga: http://sinarharapan.net/2017/07/tidak-sediakan-sop-penanganan-terorisme-aplikasi-telegram-dibredel/

Dalam keterangannya dia menulis, “memblokir Telegram dengan alasan platform itu dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya.”

Petisi ini sudah ditandatangani lebih dari 2.000 orang dalam waktu dua jam saja.

Sejumlah laporan menyebut jaringan terorisme di Indonesia memanfaatkan internet khususnya fitur kerahasiaan Telegram untuk berkomunikasi.

Di Twitter, sejumlah pengguna juga mempertanyakan. “Telegram diblokir, salahnya apa? Aku suka Telegram. Banyak channel-channel asik di sana,” ujar @byeerda.

“Saya bukan teroris saya pakai Telegram karena sangat bermanfaat #savetelegram,” kata @malthuf86. (Pri)