PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5)

Advokasi Kejoangan45

PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5)

ilustrasi / ist
SHNet – MERDEKA!
Mengingat pesan bijak _Salus populi suprema lex esto.__The safety of the people shall be the highest law._[Marcus Tullius Cicero]. Tujuan berdirinya negara adalah untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan mengusahakan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat.

Keselamatan dan kemakmuran rakyat adalah tujuan utama bernegara. Untuk menjalankan negara diperlukan hukum dan perundangan. Cicero benar ketika berkata _Salus populi suprema lex esto_, keselamatan rakyat harusnya menjadi hukum tertinggi.

Demi KESELAMATAN RAKYAT BANYAK, NEGARA HARUS KUAT MENEGAKKAN HUKUM, dan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas Pancasila yang adalah sumber daripada segala hukum itu oleh karenanya perlu tertegakkan di semua tingkatan pengaturan kebijakan publik bernegarabangsa.

‎Dan demi pengukuhan Pelayanan Publik Pro Pancasila (P4), July 12, 2017,

http://sinarharapan.net/2017/07/pelayanan-publik-pro-pancasila-p4/

Serta bagi penjabaran daripada Ketetapan MPRRI No 1/MPRRI/2003 tentang Pengamalan 45 Butir Pancasila
Berikut guna pemantapan daripada Pengakuan Konstitusi ProPancasila Indonesia, 5 Juli 2017, sebagaimana
Maka sebenarnya kini tibalah saatnya direkomendasikan penerbitan *PerPPU tentang Praktek Pelaksanaan Pengamalan Pembudayaan Pancasila (P5)*
Dengan demikian tekad menegakkan Pancasila Indonesia pada tanggal 1 Juni 2017 yang baru lalu, dapat lebih membumi dan mengakar searah dengan gerak kehidupan bernegarabangsa sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959)
Dalam kesempatan yang baik ini, Presidium Pemangku Pancasila Konstitusional Indonesia (PPKI 2017) berharap semoga Advokasi Kejoangan45 ini kiranya bermanfaat terbaik bagi Politik Kebijakan ProPancasila Indonesia 09/07/17 :
Tetap MERDEKA!
Jakarta,19 Juli 2017
Presidium ‎PPKI 2017,
1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto
Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta