Tiga Program Prioritas Kemenpar 2017

Tiga Program Prioritas Kemenpar 2017

Homestay Desa Wisata, salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata. (Ist)

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menetapkan tiga program prioritas (Top 3 Program) untuk mencapai target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (Wisman) pada 2017 dan 20 juta wisman pada 2019.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan tiga program prioritas Kemenpar yakni; digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas.

Menurutnya, saat ini kita berada di era digital. Aktivitas keseharian kita tidak lepas dari digital. Bangun tidur yang dicari pertama; handphone sehingga digital lifestyle telah mengubah perilaku para wisatawan (traveler) karena mempunyai keutamaan; mobile, personal, dan interactive. “Hasil kajian menunjukkan bahwa 70% traveler melakukan search dan share menggunakan media digital termasuk dalam me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru,” ujarnya saat buka puasa bersama dengan wartawan, di Bakmi Naga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (20/6).

Untuk program homestay desa wisata akan dibangun 100.000 homestay pada 2019 mendatang yang tersebar di seluruh Indonesia, minimal di 10 Bali Baru, atau 10 Destinasi Prioritas yang sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo yakni; Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Tahun ini ditargetkan dibangun 20 ribu, pada 2018 ditambah 30 ribu lagi, dan 2019 dibangun 50 ribu. Total 100 ribu. “Homestay itu dikelola secara koorporasi, bukan cara koperasi. Homestay ini dijalankan dengan mesin baru, model bisnis baru, berbasis pada digital yang saya sebut digital sharing economy,” kata Arief Yahya.

Program homestay desa wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini merupakan kontribusi Kemenpar terhadap pendukungan program satu juta rumah terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dibuat Kementerian PUPR.

Menpar menjelaskan kembali kunci keberhasilan dalam mengembangkan kepariwisataan nasional pada sinergitas unsur Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Asosiasi, Komunitas, dan Media) di mana peran media sangat strategis dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat,

“Media memiliki peran strategis bagi Kemenpar, sebagai mitra pemerintah dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Pers memberikan kontribusi dalam mendukung proses percepatan pembangunan di Indonesia, khususnya bidang pariwisata. Kemitraan ini hendaknya dapat terjalin dengan baik, sehingga rencana dan proses pembangunan bisa tersosialisasikan secara baik dan objektif kepada masyarakat, tanpa harus meninggalkan fungsi kontrol kalangan pers sesuai etika dan Undang Undang Pers,” ungkapnya. (Stevani Elisabeth)