Indahnya Gotong Royong di Desa Nita

Gotong royong warga. (Ist)

SHNet, JAKARTA — Prinsip gotong royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang senantiasa dilestarikan dari generasi ke generasi. Desa Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga masih mengedepankan semangat gotong royong dalam membangun desanya.

Dikutip dari website resmi desa ini, bagi mereka gotong-royong adalah pola hidup bersama yang menjunjung tinggi asas solidaritas dan fraternitas, serta musyawarah sebagai model komunike partisipatif yang melibatkan semua golongan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Pola hidup gotong royong dan musyawarah di Desa Nita dapat dilihat dari:
1.Kebiasaan gotong royong dalam pengerjaan kebun dan penggarapan lahan, kegiatan  bhakti  desa,  pembangunan  rumah  warga  atau  sarana  prasarana umum lainnya yang dikenal dengan istilah ‘Sako Seng’ atau ‘Lahi Lekang’.
2.Kebiasaan partisipatif dalam komunitas adat dan kehidupan bersama ketika menghadapi peristiwa kematian, kelahiran, perkawinan dan musibah melalui cara dan upaya saling mengajak atau ‘Gaging Gatang’, saling mengunjungi atau ‘Dulu Dalang’ dan dalam ikatan persahabatan atau ‘Imung Deung’.
3.Kebijakan melalui musyawarah mufakat untukpengambilan keputusan dalam pelbagai kegiatan bersama serta penyelesaian masalah publik lainnya melalui komunike ‘Kula Babong’ atau ‘Bibo Babong’ bersama.

Sejarah pembangunan desa dari masa ke masa melalui pelaksanaan program dan kegiatan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta bantuan sosial lainnya senantiasa diupayakan untuk memberdayakan masyarakat berdasarkan prinsip keutamaan gotong royong dan musyawarah bersama.

Melalui penerapan prinsip gotong royong dan musyawarah tersebut, pemerintah dan masyarakat dapat berdikari untuk membangun  desa  secara  swadaya, swakelola, swakarsa dan mandiri. Desa swadaya dan swakelola dapat mengambarkan kehidupan desa yang dinamis dan berkembang.

Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan  desa  tidak  hanya  bergantung  sepenuhnya  pada bantuan dan perhatian pemerintah semata, tetapi di sisi lain masyarakat dilatih untuk berusaha mengembangkan dan memberdayakan segala sumber daya dan potensi desa baik fisik maupun non fisik demi kesejahteraan bersama. (DM)