Golkar-PKPI Bisa Atasi Kemiskinan NTT

Golkar-PKPI Bisa Atasi Kemiskinan NTT

Yan Mboeik

SHNet, KUPANG-Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yan Mboeik menegaskan gubernur ganti gubernur, tetapi daerah itu tetap masuk kategori miskin. Sudah tentu ini adalah masalah yang kompleks karena termasuk kondisi alam yang mengakibatkan kemiskinan.

Dia mengakui NTT adalah daerah kepulauan yang memilik 307 kecamatan dan 22 kabupaten/kota sehingga bukan pekerjaan yang mudah bagi seorang gubernur. Namun, keberhasilan seorang pemimpin bermula dari visi misi programnya yang berpihak kepada rakyat tanpa mengenal suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Siapa tau gubernur NTT kali ini dari partai golkar. Doakan agar Gokar dan PKPI bisa sama-sama mengatasi masalah kemiskinan di NTT,” kata Yan saat menerima Ibrahim Agustinus Medah mendaftar sebagai calon gubernur di Kantor PKPI NTT, Jumat (9/6).

Menurut Yan, PKPI memiliki tiga kursi di DPRD NTT tetapi ada calon gubernur dari partai lain yang memilih mendaftar ke partai tersebut karena ada kesamaan visi yakni mendahulukan kepentingan rakyat. Kini saatnya masyarakat NTT mencari pemimpin yang tepat dan baik, karena kepentingan rakyat adalah yang utama. “PKPI dilahirkan oleh Partai Golkar. Ibarat PKPI adalah anak pertama Partai Golkar setelah itu baru lahirlah Hanura, Gerindra dan lain-lain,” katanya.

Setelah bakal calon mendaftar, PKPI mulai proses namun tidak melalui survei tetapi partai memberi kepercayaan kepada pengurus di daerah untuk menentukan bakal calon yang elektabilitasnya tinggi untuk didukung menjadi calon gubernur. “Kalau kita salah pilih pemimpin di 2018 maka rakyat akan adili kita di 2019 melalui pileg,” jelas Yan.

Dia menyebutkan, Ibrahim Agustinus Medah sudah dalam proses orang untuk memilihnya. Jika dibandingkan dengan figur lain yang masih dalam proses pengenalan diri melalui ssoialisasi kepada masyarakat. Rakyat membutuhkan pemimpin yang memiliki semangat yang tinggi dan kerja keras untuk NTT.(Dis Amalo)