Daging Beku KIBIF Makin digemari Warga Jakarta

Daging Beku KIBIF Makin digemari Warga Jakarta

ANTRI - Masyarakat antri membeli daging sapi beku murah KIBIF yang dibanderol seharga Rp 80 ribu per kg, di arena Car Free Day, Halaman Mal Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat, Minggu (11/4). (SHNet/Nonnie Rering)

 

SHNet, JAKARTA – Masyarakat Jakarta kini makin gemar mengonsumsi daging sapi beku yang sehat dan halal. Selama bulan suci Ramadhan, konsumsi daging beku di kalangan warga Jakarta, meningkat tajam, dibandingkan tahun lalu.

Direktur Pemasaran PT Estika Tata Tiara (KIBIF), Wiryo Subagyo mengatakan, pada hari biasa kebutuhan daging di wilayah Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 60 ton per hari.

“Kebutuhan daging pada bulan Ramadhan hingga Idul Fitri berpotensi meningkat hingga 100 persen, bahkan bisa mencapai 200 persen kenaikannya. Kenaikan ini sangat baik karena meningkatnya animo masyarakat mengonsumsi daging beku, yang kami pasarkan seharga Rp 80 ribu per kilogram,” kata Wiryo di sela Car Free Day (CFD) di Halaman Mal Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (11/6).

Wiryo mengatakan, PT Estika Tata Tiara sebagai distributor daging dan produk olahan merek KIBIF, dalam situasi apa pun tetap konsisten memasarkan daging beku sehat dan halal seharga Rp 80 ribu per kilogram dan kembali akan dipasarkan di CFD pekan depan di kawasan CFD, pada Minggu (18/6). “Daging rendang menjadi salah satu favorit,” katanya.

Ia mengatakan, daging beku sangat aman dikonsumsi, karena telah melalui tahapan verifikasi, yang menyatakan bahwa sapi yang dipotong berada dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi bakteri apa pun.

Selain itu, kata Wiryo, proses penyembelihan sapi hanya dapat dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang halal dan sudah disertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Penjualan daging beku seharga 80 ribu per kilogram, otomatis menutup celah bagi para spekulan untuk menaikkan harga.

“KIBIF memiliki Rumah Pemotongan Hewan bersertifikat MUI. Daging beku yang kami jual telah lulus persyaratan teknis dan bersertifikat halal. Harganya murah dan higienis,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, berdasarkan sensus ternak sapi dan kerbau, saat ini terdapat 16,2 juta ekor sapi dan kerbau di Indonesia. Populasi itu terdiri atas jumlah sapi potong sebanyak 14.367.975 ekor, sapi perah 566.974 ekor, dan kerbau 1.265.699 ekor.    (Nonnie Rering)