Unik, Persepsi Publik tentang Teknologi Nuklir untuk Kesehatan

BATAN telah menghasilkan produk-produk Radiofarmaka untuk kesehatan. (Ist)

SHNet, Tangerang- Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, teknologi nuklir untuk kesehatan merupakan sesuatu yang unik dari sudut pandag persepsi publik.

Dalam arti, ketika sebagian masyarakat takut terhadap pemanfaatan nuklir untuk energi, pengawetan makanan atau aplikasi lainnya, namun dalam bidang terapi dan diagnosis penyakit, teknologi nuklir jauh lebih mudah diterima.

Ironinya adalah tidak banyak rumah sakit di Indonesia yang mempunyai kemampuan menggunakan teknologi nuklir untuk kesehatan, dibanding jumlah penduduk yang luar biasa besar. “Mungkin kita sering mendengar, sebagian masyarakat mampu justru pergi ke rumah sakit di luar negeri untuk pengobatan yang sejatinya bangsa kita sendiri bisa menanganinya,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, BATAN tidak menawarkan sesuatu teknologi baru dalam kesehatan, karena produk radioisotop dan radiofarmaka sudah dimulai beberapa dekade lalu. Namun, sebagai lembaga litbang nuklir, BATAN tidak pernah berhenti meneriakkan dan mempromosikan bahwa Indonesia berpotensi mandiri dalam teknologi nuklir untuk kesehatan, khususnya produksi radioisotop dan radiofarmaka.

Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN merupakan satu-satunya lembaga pemerintah di Indonesia yang diberikan kewenangan untuk mengembangkan dan menyediakan produk-produk radiofarmaka.

“Ketersediaan produk radiofarmaka dapat menjadi alternatif atau bahkan menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan diagnosa dan pengobatan beberapa jenis penyakit yang saat ini masih belum memuaskan hasilnya dengan menggunakan produk farmasi biasa,” tutur Djarot

Ia menambahkan, PTRR sudah mendapatkan sertifikasi Sistem Mutu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM, Bekerjasama dengan PT Kimia Farma, PTRR telah menghasiklan produk radiofarmaka antara lain Kit MIBI untuk diagnosis fungsi jantung, Kit MDP untuk diagnosis tulang guna mengetahui anak sebar tumor pada tulang, DTPA untuk diagnosis fungsi ginjal.

Ada pula Radiofarmaka Senyawa Bertanda 153 SmEDTMP untuk terapi paliatif penderita kanker yang sudah metastasis. Radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi pada kanker neuroblastoma. (Stevani Elisabeth)