Teroris Digulung

Perkembangan Di Malaysia

Jakarta, 17 Mei 1969 – Pasukan Keamanan Malaysia kemarin malam telah berhasil menumpas suatu komplotan teroris yang merencanakan untuk melakukan serangan diberbagai bagian kota Kuala Lumpur serta menimbulkan huru-hara yang lebih besar di Malaysia.

Menurut pengumuman yang dikeluarkan oleh PM Tengku Abdul Rahman melalui rasio dan televisi sejumlah 93 orang teroris dan beberapa orang anggota Parlemen hasil pemilihan umum yang baru lalu telah ditangkap. Penangkapan itu dilakukan beberap jam sebelum komplotan teroris tersebut akan mulai menjalankan gerakannya seperti direncanakan.

Dikatakan, bahwa adanya komplotan itu diketahui berdasarkan laporan intelijen. Waktu diadakan penyergapan disebuah gedung di pusat kota Kuala Lumpur sedang terpukul lebih dari 500 orang teroris. Kesatuan polisi mengepung gedung tersebut, sedang kesatuan dari Angkatan Udara dengan mempergunakan granat gas air mata, sehingga memudahkan untuk melumpuhkan komplotan yang bersembunyi dalam gedung tersebut. Sebagian dari anggota komplotan sempat melarikan diri.

PM Malaysia Tengku Abdul Rahman Jum’at malam mengatakan bahwa pada waktu ini ia tak dapat membentuk suatu kabinet care-taker, melainkan suatu kabinet darurat dengan semua menteri kabinet Perikatan sebelum pemilihan umum, termasuk menteri orang China (dari MCA) yang sekarang masih dalam kedudukannya.0046

Sebelumnya, Wakil PM Tun Abdul Razak mengatakan dalam suatu konferensi pers, bahwa suatu kabinet care-taker akan segera diumumkan.

Dalam pada itu ketua MCA (Perhimpunan Tionghoa Malaysia) kemarin mengumumkan, bahwa pimpinan MCA telah membatalkan keputusan yang diambil beberapa hari yang lalu, yaitu bahawa perhimpunan tersebut tidak akan ikut serta dalam pemerintahan baru.

Mengenai keadaan di Malaysia sekarang ini Tengku Abdul Rahman menyatakan kepada pers, bahwa keadaan masih tetap gawat, akan tetapi diharapkan permulaan minggu depan keadaan akan sudah mereda.

Pemerintah Malaysia kemarin juga mengumumkan, bahwa di negara tersebut akan diadakan sensor pers, tetapi wartawan asing dibebaskan dari sensor tersebut.

Dalam konferensi pers kemarin Pembantu Menteri Dalam Negeri Malaysia, Hamzah menyatakan, bahwa sebelum dan selama kampanye pemilihan koran di Malaysia baik yang berbahasa Melayu maupun Tionghoa telah menghasut golongan penduduk yang menimbulkan ketegangan dan kerusuhan.

Dikatakan bahwa, jika keadaan telah mengijinkan surat kabar yang telah dilarang terbit akan diijinkan terbit kembali.
Sampai kemarin di Kuala Lumpur walaupun masih berlaku larangan keluar rumah di sana-sini masih terdengar tembakan. Di daerah industri nampak kebakaran di 7 tempat. Dibagian terpencil di pinggiran kota masih terjadi perkelahian antara golongan Melayu dan Tionghoa.

Sementara itu dikabarkan bahwa pelaksanaan pemilihan umum di Malaysia Timur telah ditangguhkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, akibat diumumkannya UU Kedaaan Darurat hari Rabu oleh Yang Dipertuan Agung.

Seorang Jubir resmi pemerintah Inggris menekankan bahwa Malaysia tidak mengajukan permintaan bantuan militer Inggris dalam kerusuhan sesudah pemilihan umum antara penduduk China dan Melayu.

Korban terus meningkat
Sementara bentrokan masih terus terjadi diberbagai bagian kota Kuala Lumpur, jumlah korban yang jatuh terus meningkat.
Tapi, huja lebat yang menyiram Kuala Lumpur Kamis malam banyak membantu mengurangi insiden kekerasan di ibukota itu.
Menurut seorang perwira polisi, kaum perusuh tinggal di rumah-rumah dan melempar batu-batu dan benda keras ke rumah tetangga. (SH)