RAT Strategis Bagi Pengembangan Koperasi

RAT Strategis Bagi Pengembangan Koperasi

Ist

SHNet, BOGOR – Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi mempunyai arti yang penting dan cukup strategis dalam pengembangan koperasi ke arah yang lebih baik. Pada forum ini akan dibicarakan dan diputuskan kebijakan-kebijakan penting dalam koperasi, khususnya yang terkait dengan keputusan anggota terhadap pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam menjalankan organisasi dan usaha koperasi.

Hal itu dikatakan Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, saat memberikan sambutan pada pembukaan RAT Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) ke-VII, di Kota Bogor, Kamis (18/5). Di acara yang dihadiri Ketua Gakoptindo Aip Syaripudin, Wakil Ketua Umum Dekopin, Sukri, dan Direktur Mikro Bank BRI Joko Purwanto, Meliadi memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan pengawas Gakoptindo yang telah menyelenggarakan RAT secara tepat waktu.

“Hal ini mencerminkan bahwa pelaksanaan demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Gakoptindo berjalan dengan baik,” kata Meliadi. Meliadi mengatakan, RAT koperasi merupakan agenda penting yang menjadi kewajiban pengurus untuk menyelenggarakannya secara tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, pelaksanaan RAT tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkualitas jika diikuti dengan peran aktif seluruh peserta, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi perkembangan koperasi. “RAT yang baik dan berkualitas akan menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang baik dan berkualitas pula. Dan itu merupakan dasar pijakan bagi para pengelola koperasi dalam mengelola organisasi dan usaha menuju koperasi yang berkualitas”, imbuh Meliadi lagi.

Saat ini, perkembangan jumlah anggota Gakoptindo tahun buku 2016 mencapai 21 Puskopti, dan tidak ada penambahan jumlah anggota dari tahun sebelumnya. Kinerja keuangan Gakoptindo menunjukkan kondisi yang masih dikatakan cukup baik, walaupun terjadi penurunan jumlah aset dan modal sendiri.

Kinerja keuangan Gakoptindo dapat ditunjukkan dengan jumlah aset koperasi pada tahun buku 2016 menjadi Rp 927 juta atau naik sebesar 31,30% dari tahun buku 2015 sebesar Rp 706 juta. Di sisi lain, pendapatan tahun buku 2016 menjadi sebesar Rp 232 juta atau turun sebesar 61,9%  dari tahun buku 2015 sebesar Rp 609 juta. (HTI)