Mensos: Belum Semua Anak Jalani Ditangani Pemerintah

Kementrian Sosial bekerjasama dengan Tahir Foundation mengatasi masalah anak jalanan. (Dok. Humas Kementerian Sosial)

SHNet, Jakarta – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, anak jalanan masih merupakan masalah kesejahteraan sosial yang serius di Indonesia.

Jumlah anak jalanan tahun 2015 sebanyak 33.400 anak tersebar di 16 Provinsi. Sedangkan anak jalanan yang mendapatkan layanan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) baru mencapai 6.000 pada 2016.

“Belum semua anak jalanan ini tertangani oleh pemerintah, maka perlu uluran tangan dan kerja sama berbagai pihak untuk mengembalikan mereka ke lingkungan yang baik, kembali ke sekolah, kembali kepada keluarga dan orang tua ,” kata Mensos usai penandatanganan MoU Kementerian Sosial dengan Tahir Foundation, di Jakarta, Jumat (19/5).

Selama ini, lanjutnya, penaganan masalah sosial anak jalanan sudah diupayakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat antara lain melalui Rumah Singgah, Panti Asuhan, Yayasan Perlindungan Sosial Anak dan lembaga sosial lainnya yang fokus menangani anak jalanan.

“Penanganan anak jalanan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota maka Kementerian Sosial menyambut baik langkah positif dari Tahir Foundation,” kata Khofifah.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Tahir Foundation membangun gedung Pusat Penelitian dan Pelayanan Anak Jalanan senilai total Rp100 miliar di tiga lokasi yakni Jakarta, Surabaya dan Medan.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan Pendiri Tahir Foundation Dato’ Sri Tahir .

Mensos mengungkapkan Pembangunan Gedung Pusat Penelitian dan Pelayanan Anak Jalanan ini sejalan dengan program Indonesia Bebas Anak Jalanan Akhir 2017 yang telah dicanangkan Kementerian Sosial. Program ini merupakan upaya yang terus menerus perlu dilakukan agar anak jalanan tidak lagi melakukan aktifitas ekonomi dan atau hidup di jalan.

Pusat Penelitian dan pelayanan Anak Jalanan tersebut diperuntukkan sebagai pusat rehabilitasi sosial anak jalanan dan aktivitas pengembangan potensi anak. Di tempat tersebut juga akan dibangun fasilitas untuk pendidikan, fasilitas keterampilan (vokasi), workshop, fasilitas olah raga, serta kebun untuk bercocok tanam bagi anak jalanan.

Sementara itu Pendiri Tahir Foundation Dato’ Sri Tahir mengatakan beragam upaya telah dilakukan untuk mengembalikan anak-anak jalanan ke lingkungan mereka, namun seringkali mereka kembali ke jalanan.

“Mereka (anak jalanan) mendapat uang dengan mudah di jalanan maka setiap kali dikembalikan ke lingkungannya, mereka kembali lagi ke jalan. Oleh karena itu dengan kerja sama bersama Kemensos ini anak-anak yang membuat barang kerajinan dan produk yang mereka hasilkan akan kami beli dan bantu pasarkan,” katanya.

Tahir berharap dengan langkah ini anak-anak jalanan memiliki tabungan dan menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Harapannya tidak boleh lagi ada anak-anak jalanan di Indonesia. Saya ingin mereka kembali ke sekolah. Anak-anak belajar dengan baik dan berprestasi,” demikian Tahir. (Stevani Elisabeth)