Kemenpar Kejar Target Bangun 20.000 Homestay Tahun Ini

Kemenpar Kejar Target Bangun 20.000 Homestay Tahun Ini

Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama para pejabat di lingkungan Kementerian Pariwisata bertekad membangun 20.000 homestay tahun ini. (Dok. Humas Kementerian Pariwisata)

SHNet, Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat ini tengah mengejar target membangun 20.000 homestay di desa wisata pada 2017.

Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/5),

Menurut Menpar, desa wisata yang pertama kali digagas oleh Presiden RI Joko Widodo, sangat kental dengan daya tarik budaya dan momen hidup bersama penduduk lokal dan mengenal kehidupan mereka.

Hal tersebut mendorong ide pengadaan homestay yang cepat, tepat dan sesuai potensi Indonesia. Ia menambahkan, homestay menjadi gerbang peluang bisnis jasa yang baru. “Homestay ini bisa diikuti dengan bisnis lain seperti penyewaan kendaraan, kuliner, jasa parkir, pemandu wisata, binatu dan cinderamata. Bisnis ini juga membuka lowongan kerja,” kata Arief Yahya.

Dia menegaskan, homestay di negara-negara lain dikelola dengan baik. “Kalau kita tidak bisa membangun 20.000 homestay, maka kita akan ketinggalan dengan bangsa lain,” lanjutnya. Oleh sebab itu, pihaknya akan membangun desa-desa wisata yang dekat dengan 10 destinasi prioritas atau “Bali Baru”yang didalamnya terdapat homestay.

Program ‘homestay’ desa wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini. Program tersebut merupakan kontribusi Kemenpar terhadap Program Sejuta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pembangunan ‘homestay’ mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur Amenitas dalam teori 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas).

Untuk mengejar target tersebut, Kemenpar bekerjasama dengan Kementerian Desa, Kementerian BUMN, REI dan sebagainya Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata mengatakan,, pihaknya berkomitmen mengikutsertakan anggota-anggotanya untuk membangun 200 ribu rumah untuk pariwisata.

“Khusus homestay, kita bicarakan riil untuk berkolaborasi dengan muatan lokal. Kita tidak akan berikrar, tapi kita lakukan dari sekarang,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)