Indonesia Bakal Jadi Hotspot eCommerce di Asia Tenggara

Indonesia Bakal Jadi Hotspot eCommerce di Asia Tenggara

Priceza,.co.id, mesin pencari produk dan pembanding harga. (Ist)

SHNet, Jakarta- Industri eCommerce di Indonesia berkembang sangat pesat. Berdasarkan data wearesocial 2017, jumlah pengakses internet diperkirakan mencapai 132,7 juta orang dengan jumlah pembeli online melalui eCommerce mencapai 24,7 juta orang.

“Seiring dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah, Indonesia siap menjadi hotspot eCommerce di Asia tenggara,” ujar CEO Priceza Group Thanawat Malabuppha saat launching Priceza.co.id, mesin pencari produk dan pembanding harga, di Hotel Morrisey Jakarta, Selasa (16/5).

Dia menjelaskan, selama 4 tahun, database produk di Priceza telah berkembang menjadi lebih dari 110 juta produk dengan update harga yang dilakukan secara reguler, dimana dari keseluruhan database tercatat 36% berasal dari Indonesia.

“Kami menyadari seiring dengan cepatnya perkembangan eCommerce di Indonesia , selain memiliki produk dan teknologi yang kuat, membentuk tim lokal juga merupakan salah satu upaya jelas dari perusahaan kami,”kata CPO Priceza Vachara Nivataphand.

Sementara itu Staf Ahli Cyber Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Kun Arief Cahyantoro mengatakan, Indonesia punya misi pada 2020 menjadi the biggest eCommerce di Asia.

“Pasalnya pada 2020, Indonesia memperoleh bonus demografi. Selain itu, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan pengguna internet mencapai 50,65%,” ujarnya.

Menurutnya, ada empat tantangan bisnis eCommerce yakni budaya beli dimana 60% masyarakat Indonesia hanya searching daripada membeli, sistem pembayaran, tingkat kepercayaan dan keamanan data. “Ini empat tantangan eCommerce Indonesia,” kata Kun. (Stevani Elisabeth)