Apollo 10 Lewati Setengah Perjalanan

Para Astronot Minta Lagu “Terbangkanlah aku Entah Kemana”

Jakarta, 20 Mei 1969 – Sampai Selasa pagi ini Apollo 10 dalam penerbangannya menuju bulan telah menempuh lebih dari setengah perjalanan. Para Astronot pesawat tersebut melaporkan, bahwa segalanya berjalan dengan lancar serta sasarannya tepat.

Setelah mengirimkan gambar televisi berwarna yang diterima dengan sangat antusias oleh penggemar siaran televisi di AS, para Astronot 10 pada hari Senin kemarin tidur dengan tenang, dan kemudian dimulai lagi mengirimkan gambar televisi.

Pada hari Rabu besok Apollo 10 akan mulai mengorbit bulan dan 24 jam kemudian dua Astronot akan memasuki pesawat pendarat (Lunar Module) untuk turun sampai jarak 15 Km dari permukaan bulan.

Dari jarak dekat ini akan dilakukan observasi/penyelidikan terakhir terhadap tempat sepanjang garis katulistiwa bulan, dimana nanti awak pesawat Apollo 11 diharapkan akan melakukan pendaratan bersejarah dalam bulan Juli.0056

Bumi berwarna-warni
Menurut siaran VOA Selasa pagi para Astronot dari Apollo 10 telah melakukan percakapan yang sangat menggembirakan dengan para petugas di stasiun pengawas di AS. Kolonel Stafford, komandan Apollo 10 menceritakan tentang pemandangan yang nampak pada waktu mereka berada 38.000 Km dari bumi. “Bumi seperti bola yang berwarna-warni yang tergantung di angkasa raya“, demikian Satfford “Samudera nampak berwarna biru dan pegunungan berwarna coklat dan ungu”.

Stafford Young dan Cernan waktu mengonbrol dengan Astronot yang bertugas di bumi telah meminta lagu “terbangkanlah aku ke suatu tempat entah dimana”.

Jika terancam bahaya
Jika kapal angkasa Apollo 10 pada waktu mengadakan perjalanan 72 jam menuju bulan sampai menghadapi bahaya darurat maka ada berbagai cara untuk memperpendek misi tersebut dan antariksawan-nya dikembalikan ke bumi.

Semua cara itu secara kolektif dikenal sebagai kegagalan di angkasa jauh menggunakan suatu garis khayalan yang diproyeksikan dari pusat bulan melalui pusat bumi kebelahan bumi yang menghadap bulan.

Jika garis ini yang disebut antipode (garis lawan) bulan, menyilang salah satu dari lima tempat pendaratan kembali misi Apollo di bumi yang terletak di Pasifik Tengah, Atlantik, Pasifik Timur, Pasifik Barat dan Samudera Hindia menurut urutan yang dikehendaki maka penggagalan akan dilakukan.

Untuk memperpendek penerbangan karena suatu keadaan darurat, maka sistem pendorong kapsul komando mesin roket utamanya akan ditembakkan (dihidupkan) untuk membalikkan arah ketika kapal angkasa melewati garis bujur yang telah ditetapkan sebelumnya, dalam salah satu dari daerah pendaratan tersebut.

Begitu kapal angkasa memasuki pengaruh daya tarik bulan, maka kapal angkasa harus dibiarkan mengitari bulan satu kali dan kemudian kembali ke bumi, dari pada menghidupkan roket tersebut untuk mencoba kembali secara langsung. (SH)