Ahok Terima Penghargaan Ratu Inggris Murni Hoax

PENGHARGAAN - Indikasi kuat berita Ahok Terima Penghargaan dari Ratu Inggris ini adalah karangan semata, sudah bisa diketahui dari tak satu pun media cetak/online Inggris yang memuat berita tentang ini. (Istimewa)

SHNet, JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir ini, ramai beredar di sejumlah media sosial juga grup-grup Whatsapp dan BBM berita soal Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok akan menerima penghargaan dari Ratu Inggris, Elizabeth II.

Sejumlah media online bahkan menulis kalau Ahok akan menerima gelar ‘Grand Cross in the Order of Bath’ langsung dari Ratu Inggris di istana Buckhingham, pada 31 Mei nanti.

Kenyataannya, tak ada pihak kompeten yang berani mengkonfirmasi kalau berita itu adalah kebenaran. Ketika SHNet mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu petugas KBRI di Inggris pada Minggu (28/5), jawabannya via email hanya ditulis: ‘Kami belum mendengar soal itu’.

Usaha menanyakan hal itu kepada Duta Besar Indonesia untuk Inggris, DR Rizal Sukma via twitter-nya pun tak mendapat balasan. Hal ini juga diikuti dengan membuka sejumlah koran terbitan Inggris dan media-media online Inggris seperti The Sun.co.uk, atau Dailymail.com, Daily Mirror, juga The Sunday Times, sama sekali tak memberitakan soal ini. Bahkan media-media online internasional pun tak satu pun yang memberitakan ini. Padahal jika benar, ini adalah sebuah berita besar.

Artinya, berita ini memang hanya berita ciptaan segelintir orang yang tak bertanggungjawab lantas sengaja disebarkan lewat media sosial sehingga ada beberapa media online juga yang lantas melansirnya seolah-olah itu adalah sebuah kebenaran.

Mencintai seseorang seperti Ahok, tentu tak salah, tapi jika benar mencintai, sebarkanlah berita yang baik dan benar soal Ahok dan bukan berita hoax karena dampaknya akan tak bagus untuk yang bersangkutan.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi yang juga merupakan ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot di masa kampanye pemilihan Gubernur/wakil Gubernur DKI Jakarta pun ketika dikonfirmasi soal hal ini, menyatakan belum mendengar soal hal itu dari pihak mana pun, kecuali selentingan di media sosial.

Kombes Pol Herry Heryawan (kanan) harap semua bisa lebih cerdas dalam menggunakan media sosial untuk penyampaian informasi dalam bentuk tulisan maupun gambar. (Istimewa)
Kombes Pol Herry Heryawan (kanan) harap semua bisa lebih cerdas dalam menggunakan media sosial untuk penyampaian informasi dalam bentuk tulisan maupun gambar. (Istimewa)

Kapolresta Depok yang sebelumnya menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Herry Heryawan dalam perbincangan dengan SHNet mengatakan kalau berita-berita Hoax kebanyakan punya tujuan. Yang tahu tujuannya tentu yang menyebarkan berita hoax itu sendiri.

“Kebenaran berita harus diketahui dari sumber langsung atau yang kompeten atau sebagai contoh untuk berita Ahok dapat penghargaan ini, tentu bisa dicek di media-media internasional. Kalau kenyataannya tak ada beritanya, ya tentu perlu dipertanyakan kebenarannya. Semoga kita bisa menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan, artikel, atau pun gambar dengan santun, beretika dan bertanggungjawab pada kebenaranya,” kata Herry yang akrab disapa Herimen ini.   (Nonnie Rering)