Absensi “Fingerprint” di Desa? Ada!

Ilustrasi/Ist.

SHNet, JAKARTA – Desa Hanura di Kecamatan Teluk Pandan, Kecamatan Pesawaran, Lampung, mungkin hanya satu dari banyak desa di Indonesia yang telah menggunakan sistem absensi fingerprint (sidik jari) di kantor pemerintahannya.

Berdasarkan laporan yang terdapat di website resmi pemerintahan Desa Hanura, absensi fingerprint diberlakukan kepada seluruh aparatur pemerintah desa setempat yang dimulai dari Kaur dan Staff Pemerintah Desa Hanura hingga Kepala Dusun.

Menurut Kepala Desa Hanura Chodri Cahyadi, penerapan absensi dengan sistem finger print bagi aparatur pemerintah Desa Hanura ini merupakan hasil musyawarah dari seluruh perangkat desa mulai dari Kepala Dusun hingga Kepala Desa yang bertujuan agar seluruh perangkat desa dapat datang dan pulang dengan tepat waktu.

Penerapan absensi fingerprint ini dilakukan sesuai dengan Permendagri Nomor 83 Tahun 2016 tentang peningkatan aparatur desa.

Dengan adanya bantuan dana desa, aparat diharapkan lebih meningkatkan pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah desa dalam memberikan pelayan yang terbaik kepada masyarakat.

Semua aparatur desa harus masuk tepat waktu pada pukul 08.30 dan pulang pukul 14.30 WIB. Disebutkan juga, jika tingkat kehadiran aparatur pemerintah desa setempat kurang baik maka tunjangan bagi aparatur pemerintah desa tersebut akan dikurangi. (DM)