Kementerian PU PR Bangun 16 Rusunawa

Ilustrasi

SHNet, KUPANG-Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR), Syarif Burhanudin mengungkapkan di tahun 2017 ini, pemerintah membangun 16 Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bagi lembaga penddidikan.

“Prinsip pengelolaan Rusun diserahkan sepenuhnya kepada pihak universitas. Paling utama adalah penetapan biaya bagi mahasiwa yang tinggal di Rusun itu harus lebih rendah dari harga kos-kosan yang ada di sekitar. Pungutan tersebut nantinya dapat menjadi modal bagi pihak univesitas untuk perluasan Rusun ini,” katanya saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun Universitas Widya Mandira (Unwira) di Kampus Unwira Penfui Kupang, Rabu (17/5).

Syarif mengakui daya tampung Rusun tersebut memang tidak seberapa dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Unwira yang mencapai sekitar 7000-an orang. Pembangunan Rusun itu menjadi semacam modal awal bagi pihak universitas untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Rusun tersebut dapat langsung dimanfaatkan setelah proses pengerjaannya selesai pada akhir Oktober 2017, tanpa menunggu proses serah terima gedung. Rusunawa Unwira adalah rusun yang ke 16 yang dibangun pemerintah di tahun 2017 ini.

Pada kesempatan itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menyampaikan Rusun bagi mahasiswa Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang hendaknya menjadi tempat pembentukan dan pengembangan nilai-nilai kebangsaan bersasarkan ideologi pancasila. Mereka yang sudah ditempatkan di tempat itu dapat menjadi corong dan duta pembawa nilai-nilai positif tersebut kepada masyarakat.

“Rusun tidak boleh sekadar menjadi tempat penampungan mahasiswa dengan kriteria tertentu. Rusun ini harus memiliki ciri khas tertentu. Mesti diatur sedemikian rupa, sehingga mereka  yang tinggal di sini menjadi lebih tertib, disiplin, pintar dan tepat waktu dalam menyelesaikan kuliahnya,” kata Lebu Raya.

Selain itu, Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengharapkan agar pihak universitas khususnya fakultas teknik Unwira, dapat membantu proses pengawasan pembangunan gedung yang telah diusulkan sejak tiga tahun lalu.

Pihak universitas dapat melaporkan kepada pihak berwajib apabila pengerjaan gedung itu tidak sesuai dengan rancangan awalnya. Sangat diharapkan agar rusun itu nantinya memiliki satu kekhususan terutama dalam pembentukan karakter bagi para penghuninya. “Para alumni dari rusun ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat,” harap Fary.(Dis Amalo)