Politik Ketahanan Pancasila Indonesia

Politik Ketahanan Pancasila Indonesia

ilustrasi / pkppwasbang.upi.edu

SHNet – Penyejukan situasi dan kondisi kebangsaan diperlukan agar supaya kondusifitas dapat senantiasa terselenggara berkelanjutan ditengah dinamika kehidupan Ketahanan Bangsa yang kontraktif dan fluktuatif terkait PILGUB DKI Jakarta Putaran-2 , maka Politik Ketahanan Pancasila Indonesia perlu diupayakan bekerja terus menerus sebagai perangkat tatanilai kendali ipoleksosbudhankam.

Adapun PETISI : *Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia*
February 6, 2017

http://sinarharapan.net/2017/02/petisi-presidium-koalisi-penyelamat-indonesia%E2%80%8E/‎

‎adalah layak diunggah kembali jadi ingatan publik yaitu

SHNet – Kepada Yth. *Partisan Kerukunan Pemangku Indonesia*,‎ melengkapi Petisi *Politik K‎epemimpinan Pancasila Indonesia* [Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia, 3 Pebruari 2017], pemantapan harmonisasi terbaik penting dilakukan bagi tiap potensi dinamika kenegaraan per PILKADA Serentak 15 Pebruari 2017 yang mengadopsi sistim demokrasi *one man one vote* yang berpayungkan *UUD Reformasi 1999-2002 [Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 11-14 Tahun 2006]* dan dirasa *perlu* diatasi sedemikian rupa berbasis Jiwa semangat nilai-nilai Kerukunan Pemangku Indonesia per *7 kata SEMANGAT Penjelasan UUD 1945* dengan saran2 sebagai berikut :‎

*REKOMENDASI-1* :‎
Seperti‎ diamanatkan oleh *Politik Pranata 7 Kepemimpinan Pancasila‎ [Penegak Konstitusi Proklamasi 1945, 3 Maret 2012]* :‎

*PERTAMA  : Strategi Kepemimpinan Pancasila*‎ yang diaktualisasi dalam 7 (tujuh) unsur yaitu 1. Falsafah Bangsa, 2. Jatidiri Bangsa, 3. Pandangan Hidup Bangsa, 4. Dasar Negara, 5. Ideologi Negara, 6. Sumber daripada segala Sumber Hukum, dan terpikirkan pula sebagai 7. Mercusuar Dunia.‎

*KEDUA : Budaya Kepemimpinan Nusantara*‎ ‎yang mengenali pula semisal Hasta Brata yang merujuk kepada 8 (delapan) sifat dan perilaku alam yaitu 1. Bumi, 2. Air, 3. Angin, 4. Samudera, 5. Bulan, 6. Matahari, 7. Angin, 8. Gunung/Bintang.‎

*KETIGA : Budaya Kepemimpinan Pusaka Bangsa Indonesia*‎ yang tersusun atas 9 (Sembilan) Pusaka yakni : 1. Sang Saka Merah Putih, 2. Bhinneka Tunggal Ika, 3. Sumpah Pemuda 281028, 4. Indonesia Raya, 5. Pancasila, 6. Proklamasi 170845, 7. UUD 1945, 8. Wawasan Nusantara131257‎, 9. Jiwa Semangat Nilai-nilai 45;

Dan dari ketiga corak Kepemimpinan itu pada gilirannya seharusnya dapat diyakini dapat memperkuat ‎*Strategi Budaya Indonesia Mulia*‎ [1 Maret 2012] yaitu :

*KEEMPAT : ‎Strategi 7 (tujuh) Sehat‎* [Pandji R Hadinoto], dalam konteks Tubuh Negara-Bangsa yakni 1. Sehat Bermasyarakat, 2. Sehat Berbangsa, 3. Sehat Bernegara, 4. Sehat Politik Hukum Perundang-undangan, dan dalam konteks Tubuh Manusia yaitu 5. Sehat Logika/Nalar, 6. Sehat Rohani/Jiwa, 7. Sehat Jasmani/Raga;‎

*KELIMA Strategi 7 (tujuh) Ketahanan Bangsa*‎ [alm HR Soeprapto] yaitu 1. Kehidupan Agama tidak Rawan, 2. Kehidupan Ideologi tidak Retak, 3. Kehidupan Politik tidak Resah, 4. Kehidupan Ekonomi tidak Ganas, 5. Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, 6. Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, 7. Kehidupan Lingkungan tidak Gersang;‎

*KEENAM : Strategi‎ ‎7 (tujuh) Kemenangan Hidup*‎ [Gus Sholeh] yakni 1. Yang tetap Sejuk ditempat yang Panas, 2. Yang tetap Manis ditempat yang Pahit, 3. Yang tetap Merasa Kecil walau telah menjadi Besar, 4. Yang tetap Tenang ditengah Badai yang Dahsyat, 5. Yang tetap berSyukur atas segala Karunia-Nya, 6. Yang tetap Istiqomah di Jalan-Nya, 7. Yang tetap menggantungkan harapan hanya kepada Tuhannya‎

*KETUJUH* : Sinergi Ketiga Pranata Kepemimpinan dan Ketiga Pranata Strategi diatas diyakini pula mengokohkan aktualisasi *‎Indonesia Negara Pancasila* ‎yang senantiasa dalam peredaran berkah kerahmatan dzat Tuhan Yang Maha Esa sebagai satu titik pusat bagi lingkaran *7 (tujuh) unsur Manusia Pancasila*‎ yakni 1. Hayyu (Hidup), 2. Nur (Cahaya), 3. Sir (Rahsa), 4. Roh (Nyawa), 5. Nafsu (Angkara), 6. Akal (Budi), 7. Jasad (Badan) sebagaimana Serat Wirid Hidayat Jati [R. Ng. Ranggawarsita].‎

*REKOMENDASI-2* :
Namun secara struktural kenegaraan, akan *lebih mantap lagi* dengan  *refungsikan UUD 1945 [Berita Repoeblik Indonesia Tahun II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 1959]* yang definitif adalah *Konstitusi Pro Pancasila* berikut Adendum2nya yang dibutuhkan bagi konteks kenegaraan kini dan esok agar lebih terjamin *Kerukunan Pemangku Indonesia* dapat senantiasa terselenggara dan terkendali optimal dalam rangka menggapai Indonesia Jaya 2045 yad.‎

*REKOMENDASI-3* :‎
‎Pembudayaan berkelanjutan bina *Persatuan Indonesia berKetuhanan Yang Maha Esa, berKemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berKerakyatan yang dipimpin Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan berKeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia* [Pembukaan UUD 1945]‎

Begitu juga ‎perlu diingatkan kembali Suara Warga 3Peb17 ‎
‎PETISI *POLITIK KEPEMIMPINAN PANCASILA INDONESIA*

Kepada Yth *Pemangku Keserentakan PILKADA Indonesia 15 Pebruari 2017*,

Petisi *Poilitik Kepemimpinan Pancasila Indonesia* ini penting guna merawat *Persatuan Indonesia* terkait dengan dinamika *PILKADA Serentak 15 Pebruari 2017* setelah mempertimbangkan :

1. Bahwa Tajuk Rencana Harian Kompas 13 Pebruari 2014 *Bijak Memetik Bonus Demografi* sudah sepatutnya dibarengi sikap *Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia* agar Bonus Demografi itu baik dan benar bisa terpetik pada saat yang tepat disertai terpenuhinya sejumlah syarat seperti *Indeks Pembangunan Manusia dan Indeks Kebahagiaan Indonesia (BPS)* yang memadai bagi intensitas penggiatan muatan lokal unggulan.‎

2. Bahwa *Bonus Demografi* dimengerti sebagai kondisi dimana struktur umur penduduk dengan tingkat ketergantungan berada pada titik terendah atau setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) menanggung 40-50 orang usia tidak produktif, mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 yad.

3. Bahwa *Kepemimpinan Pancasila* itu sesungguhnya dapat terwujud dalam alam nyata sekiranya *Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIII/1998*, terbudayakan secara merata di kehidupan se-hari2 masyarakat negara bangsa Indonesia.

4. Bahwa ke45 butir *Pengamalan Pancasila* terdiri dari *Ketuhanan Yang Maha Esa* (7 butir), *Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab* (10 butir), *Persatuan Indonesia* (7 butir), *Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan* (10 butir), *Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia* (11 butir).

5. Bahwa pembudayaan ikhwal *Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia* ini amunisi bagi *Strategi Indonesia Mulia 2014-2024* sebagai awalan bagi *Strategi Indonesia Bermartabat 2024-2034* dan *Indonesia Sejahtera Lahir & Bathin 2034-2044* menuju *Indonesia Jaya 2045*.

6. Bahwa pendidikan dan pembelajaran ke 45 butir *Pengamalan Pancasila* dalam praktek keseharian di semua tingkatan struktur penyelenggaraan negara adalah motor penggerak utama agar Sistim Kepemimpinan Pancasila tertanam dalam akal, budi, jiwa sehingga terbentuk kinerja pemuliaan bagi kemuliaan terpadu.

7. Bahwa sungguh mulia sekiranya para pengurus penyelenggaraan negara bangsa terbekali 7 (tujuh) kata SEMANGAT per *Penjelasan UUD45* dan siap berkenan duplikasikan *Kepemimpinan Pancasila* ini kepada jajaran dibawahnya, dan seterusnya kepada lingkungan sosialnya.

8. Bahwa dalam konteks sosial politik terkini seperti situasi dan kondisi kontroversial kiprah politik hukum PILKADA Serentak 2017, *Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia* ini adalah tepat jadi tumpuan solutif bagi *Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan* yaitu terwujudnya sikap kebersamaan atau rasa kegotongroyongan beraspirasi dan berkiprah kenegarabangsaan terbaik diantara ke 7 (tujuh) Lembaga Tinggi Negara guna memberikan kepastian harmoni terbaik bagi konstituen dan kontestan agar berperilaku KOJA (Konstitusional, Jujur dan Adil).

9. Bahwa kini adalah saat terbijak perlu tekadkan bersama untuk kiprahkan seperti :
9.1. Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna‎ [RepelitaOnline‎, 19 September 2016]
9.2. Politik Kehormatan/Kebahagiaan Publik Indonesia [SinarHarapanNet, 26 Nopember 2016]
9.3. Politik Benteng Pancasila
[SinarHarapanNet, 23 Desember 2016]
9.4. PerPPU Politik Kedaulatan Pancasila Indonesia,
[SinarHarapanNet, 27 Desember 2016]
‎9.5. Politik Kokohkan Performa Indonesia,
[SinarHarapanNet‎, 1 Januari 2017]
9.6. Pancasila Kiblat Politik Indonesia
[AktualCom, 8 Januari 2017]
9.7. Politik Kenegaraan Pancasila Indonesia
[SinarHarapanNet, 11 Januari 2017‎]
9.8. Politik Kepentingan Pertama Indonesia (Indonesia First) [SinarHarapanNet, 25 Januari 2017]
9.9. Politik Konstitusi ProPancasila Indonesia [SinarHarapanNet, 27 Januari 2017]
9.10. Politik Kemuliaan Pancasila Indonesia
[NusantaraNews,‎31 Januari 2017]

Politik Ketahananan Pancasila Indonesia ini dengan penuh tanggung jawab dan iktikad baik diharapkan memberikan kontribusi siknifikan bagi Penyelamatan NKRI.

Jakarta, 12 April 2017,
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia,

Pandji R Hadinoto
KelBes Pejoang 45