Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia

Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia

ilustrasi / ist

SHNet – Menyimak pergelaran Dankdut Academy 4 IndoSiar yang didominasi oleh voting SMS (yang tergantung juga pada daya dukung ekonomis daerah asal kontestan) bahkan putusan selera Juri dan Komentator menentukan kelanjutan keikutsertaan Kontestan di babak2 berikutnya ketimbang obyektifitas Suara Masyarakat Senibudaya‎, maka seharusnya saatnya kini dipikirkan adanya Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia berupa Indeks yang membedakan potensi kualitas pelantun musikal multi genre (kemampuan pelantunan hibrid genre dankdut dengan genre2 seperti rock, jazz, blues,  keroncong dlsb) dengan genre dankdut klasik.

Pemikiran hal ini penting agar supaya kehendak mulia menduniakan musik Dankdut sebagai salah satu ikon Indonesia dapat lebih mulus diterima warga dunia yang memang sudah multi genre itu.

Selebihnya, Indeks Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia ini ditujukan untuk terfasilitasinya dinamika pelantunan Dankdut multi genre yang berbasis musikal pemusik2 handal (dual capacity) oleh ukuran kualitatif mendampingi ukuran2 kuatitatif hasil kerja voting SMS  dan hasil2 kerja baik Juri maupun Komentator yang kini faktanya didominasi kemampuan genre Dankdut klasik itu (single capacity).

Dengan demikian, sifat kompetisi di pentas Dankdut Academy IndoSiar yang kini populis itu dapat terimbangi dengan faktor2 kualitatif disamping kuantitatif semata sehingga perlindungan konsumen dalam hal ini para pemangku Suara Masyarakat Senibudaya juga dapat terakomodir sekaligus penguatan keunggulan Budaya Indonesia kedepan.

Jakarta, 14 April 2017

Pandji R Hadinoto
Pengamat Budaya Indonesia