Kemenpar Bidik 375 ribu Wisman Amerika Serikat

Kemenpar Bidik 375 ribu Wisman Amerika Serikat

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima kunjungan Dubes Amerika Serikat Joseph R Donovan, di Jakarta, Senin (10/4). (Dok. Humas Kementerian Pariwisata)

SHNet, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menargetkan bidik 375.00 wisatawan mancanegara ( wisman) Amerika Serikat pada 2017. Hal tersebut disampakan Menpar Arief Yahya saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R.Donovan Jr di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, kemarin.

Menpar Arief Yahya mengatakan, kunjungan wisman AS ke Indonesia mengalami kenaikan tahun lalu sebanyak 300 ribu wisman atau tumbuh 11,05% dibandingkan tahun 2015 sebesar 260 ribu wisman.

“Tahun ini kita mentargetkan 375 ribu atau tumbuh 25%. Angka ini mengalahkan jumlah kunjungan wisman Inggris sebesar 300 ribu. Wisman AS memilih Bali sebagai destinasi favorit mereka,” kata Arief Yahya seraya mengatakan, ke depan pihaknya berharap Garuda Indonesia menghidupkan kembali direct flight-nya ke AS seperti dulu yakni; dari Indonesia ke Los Angeles dan transit di Jepang.

“Kita sekarang belum mendapat izin transit,” kata Menpar. Untuk mendukung target kunjungann wisman AS tahun ini, Kemenpar menyiapkan 6 agenda kegiatan pariwisata ke AS antara lain mengikuti pameran New York Times Travel Show (umum), Los Angeles Travel and Adventure Show (umum) , Searade Cruise Global (cruise), IMEX Amerika (MICE), DEMA Show (diving), dan Indonesia Sales Mission in USA atau misi penjualan pariwisata ke kota-kota besar sumber wisman di AS.

Dia mengatakan, ada yang spesifik dari pembicaraan dengan Dubes Joseph R.Donovan Jr yakni masalah sampah di destinasi pariwisata unggulan kita seperti Bali dan 10 destinasi prioritas.

Dia berharap bantuan teknis dari AS. “Adanya dua event besar Asian Games 2018 dan Annual Meeting IMF World Bank pada Oktober 2018 akan kita gunakan sebagai momentum untuk menjadikan Bali bersih dari sampah, agar menjadi tuan rumah yang bagus,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, sampah menjadi tantangan besar bagi pariwisata Indonesia, berakibat ranking daya saing pariwisata Indonesia khususnya untuk environmental sustainability, menurut laporan World Economic Forum (WEF), berada di urutan bawah yaitu ranking 131 dari 141 negara.

Menpar pada kesempatan itu menjelaskan perihal pembangunan 10 destinasi prioritas, di antaranya 3 destinasi yakni; Danau Toba, Mandalika, dan Borobudur yang sudah dilakukan kerjasama dengan World Bank,

“Kalau sudah melakukan kerjasama dengan World Bank, AS akan mudah memberikan bantuan teknologi dan teknis dalam penanggulangan sampah. Mereka sudah pengalaman dengan teknologi apa yang digunakan di destinasi pariwisata, namun apabila ada investor yang tertarik untuk pengelolaan sampah akan lebih baik bagi indonesia,” ujarnya.

Dubes Joseph R. Donovan selain untuk memperkenal diri ditugaskan di Indonesia, juga membahas kerjasama di bidang pariwisata. Dia juga menawarkan bantuan teknis dalam meningkatkan kualitas lingkungan destinasi pariwisata, khususnya Bali yang akan menjadi tuan rumah event besar Annual Meeting IMF World Bank pada Oktober 2018 dan menyambut Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.

“Adanya dua event besar Asian Games 2018 dan Annual Meeting IMF World Bank pada Oktober 2018 akan kita gunakan sebagai momentum untuk menjadikan Bali bersih dari sampah, agar menjadi tuan rumah yang bagus,” kata Arief Yahya.

Dubes Joseph R.Donovan Jr mengatakan, ada beberapa area yang bisa dikerjasamakan dalam mengembangkan pariwisata, terutama jasa hotel dan penciptaan bidang ecotourism serta pariwisata alam. “Kunjungan ini sebagai rangkaian perkenalan saya dengan semua menteri. Saya bilang ke Pak Menteri (Arief Yahya) bahwa pekerjaan beliau enak sekali, saya ingin ikut beliau mengunjungi tempat-tempat bagus di Indonesia,” kata Donovan.

Dubes mengatakan, Kedubes AS memiliki program untuk pembuangan sampah padat dan pembuangan sampah laut “Saya harap program ini terus berlanjut dengan kerjasama yang telah kita bangun dengan Kementerian Pariwisata,” kata Donovan seraya menjelaskan rencana kunjungan Wakil Presiden AS ke Indonesia.

“Ini akan menunjukan komitmen strategis antara AS dan Indonesia. Indonesia menjadi mitra baik AS, dan begitu juga sebaliknya,”ujarnya. (Stevani Elisabeth)